“Kamu itu ‘kan anak yang tidak diharapkan..”, ujar Mama saya. “Hah? Maksudnya?”, tanya Endah kecil. “Iya, dulu itu mama maunya cuma punya 2 anak. Mas Arief dan Mbak Mita. Eh, nggak taunya kebobolan, hamil kamu.”.. kata Mama. Endah Kecil terdiam … dengan muka sedikit sedih. “Eh, nggak tahunya… ini anak mama yang pinter nggitar, suaranya bagus, pinter nyanyi, pinter ngaji… Mama bersyukur punya anak bungsu ini..”, ujar mama sambil ‘uleng-uleng’ Endah Kecil yang tertawa bahagia. Saya masih berkaca-kaca setiap kali mengingat percakapan tersebut. Saya masih ingat saat mama saya (almarhumah) mengajari saya nyanyi Edelweiss dan lagu-lagu dari film The Sound of Music untuk tampil di arisan kantor dan keluarga. Mama saya guru gitar yang baik, beliau tahu cara mengajari gitar untuk[…]