Pada suatu malam di mobil, saya dan Rhesa sedang pulang menuju rumah setelah seharian berpergian dan membicarakan banyak hal. Ada satu hal yang menarik yang membuat saya (seperti biasa) menjadi lebih mengenal suami saya yang… hmm.. unik dan eksentrik ini. Hahaha! Saya selalu berusaha mengimbangi apa pun itu buah pemikirannya yang kadang aneh, nyentrik, nyeleneh, sepertinya mengada-ada tapi yaaaa ada benernya juga yaa.. Itulah yang membuat saya tidak pernah bosan ngobrol bersamanya berjam-jam setiap hari.. ūüôā

Banyak yang penasaran¬†dan bertanya-tanya¬†pada saya dan¬†Rhesa… ……”Kalian berdua¬†sehari-hari selain¬†bermusik itu ngobrolin apa¬†aja¬†sih?”, ……”Bosen gak¬†24 jam bersama¬†terus? Ngobrolin apa¬†aja?” ……”Kalian biasa ngobrolin¬†apa?” Hahaha! Memang sebagian besar¬†topik perbincangan kami¬†adalah musik. Tapi di luar itu, kami¬†juga¬†banyak¬†topik-topik menarik¬†yang akhirnya saya¬†putuskan untuk membuat sebuah kategori di¬†blog ini “Obrolan Rhesa”. Kenapa “Obrolan Rhesa”? Karena biasanya Rhesa yang tiba-tiba¬†melontarkan topik¬†pembicaraannya. Siapa tahu dengan¬†begini kalian tidak hanya mengenal saya, tapi juga¬†mengenal¬†Rhesa dari topik-topik¬†pembicaraan yang dia lontarkan. ūüôā Kemarin malam, sepulang dari¬†Urban Kitchen Pasific Place, jam 11 malam¬†ternyata jalanan masih padat. Saya sudah ngantuk berat… tapi nggak tega ya¬†ninggalin suami sendirian menyetir. Kayaknya kok nggak¬†adil, gitu. Sama-sama kerja, capek, dia¬†nyetir kok¬†saya¬†malah tidur-tiduran enak-enakan disetirin¬†dia. Hahaha..! Tapi kadang¬†kalau memang badan kurang enak sih¬†saya¬†tinggal¬†tidur.. (cari-cari alasan¬†ahhhh¬†biar¬†tiduuurr! :p ). Tiba-tiba Rhesa, (mungkin[…]