Masih teringat di sebuah acara di mana Endah N Rhesa turut berpartisipasi di dalamnya, kami dijadwalkan ada temu media. Kami disiapkan ruangan khusus untuk mengadakan press conference sebelum jadwal manggung tiba. Kami tiba di venue dan ruang media tepat waktu. Ketika sampai di ruangan berkapasitas 50 orang, kursi-kursi masih kosong berjajar. Hari memang masih sore, kami juga jadi penampil pertama. Kemungkinan karena cuaca buruk, jalanan macet, dan segudang alasan lain membuat media tidak bisa hadir di ruangan. Bisa juga karena… hanya Endah N Rhesa, sepertinya tidak terlalu menarik untuk diberitakan. Hehehe. Ya, buat kami anggapan begitu sudah biasa. Tidak apa-apa. Media berhak memberitakan siapa pun yang mereka inginkan karena mereka lebih paham dengan berita apa yang diinginkan oleh pembacanya.

Selasa (28/01) sore hari pukul 15.00 WIB, Endah N Rhesa tampil di acara “Pisah Sambut Direktur ICEL (Indonesian Centre of Environmental Law)” Di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat.Setelah 9 tahun menjabat, Mas Henri Subagiyo mempersilahkan Mas Dodo (Raynaldo G. Sembiring) untuk melanjutkan program-program ICEL di tahun-tahun mendatang. Saya hadir saat Mas Henri memberikan kata sambutan dengan terharu setelah sebelumnya menyaksikan video persembahan dari para anak buahnya. Saya duduk di bangku belakang dan ikut pula meneteskan air mata. Menyenangkan sekali ketika bekerja di kantor yang hangat, seluruh tim memiliki visi misi yang sama, bersemangat memperjuangkan sesuatu, pantang menyerah, dan memiliki frekuensi pemikiran yang sama. Itulah mengapa kakak saya, Dyah Paramita, sayang sekali dengan teman-teman di ICEL.

Tengah malam (Selasa, 15/05) saya tersentak kaget begitu mengetahui Pak Adhi Djimar telah berpulang dipanggil Allah SWT melalui pesan singkat dari Adoy, suami Bonita. Pak Adhi Djimar adalah salah satu pendiri label indie demajors. Beliau adalah orang yang saya kenal saat Endah N Rhesa meniti karir awal bergabung dengan demajors.  Saya dan Rhesa hadir di rumah almarhum sekitar pukul 10.30 WIB (Rabu, 16/05). Di situ lah tangis saya pecah ketika berjumpa beberapa teman di sana.. Pak David Karto, Mas Heru, Mas Eq, Kunun, Dila, David Tarigan, Kiki Aulia Ucup (saya baru tahu informasi Pak Adhi sakit saat melihat status instastory Ucup sedang merayakan ulang tahun Pak Adhi Djimar tanggal 13 Mei lalu). Mendengar cerita Mas David Karto bahwa almarhum terdeteksi[…]

This moment I won’t forget.. saat ngobrol dengan kakak-kakak saya, Dialog Dini Hari, masing-masing dari mereka memberi pandangan berharga soal musik dan karya. Brozio : “Membangun band itu butuh proses. Jangan pernah berhenti menjalani prosesnya. Karena kita ga pernah tahu ternyata setelah dalam titik terendah, perjalanan membawa kita ke level yg berbeda (naik -red).”. Deny : “Perlu disiplin. Kayak orang kantoran jam 9 pagi sampai 5 sore di kantor kerja. Kalau bisa kita musisi juga punya waktu segitu, setiap hari, untuk musik. Terserah apa aja, tapi di musik. Bisa nonton youtube, latian, berlajar sound, banyak lah.”. Mas Dadang : “Bayangkan..suatu hari kamu bangun tidur di usia 50 tahun. Dan kamu menyadari, kamu belum bikin (karya) apa-apa..”. Pengalaman Endah N Rhesa[…]