Rabu, 23 Maret 2011

Kembali saya terbangun pagi-pagi. Saya ingin ke Abbey Road! Nggak lengkap deh seorang musisi yang jalan-jalan ke London kalau nggak ke sana! Hahaha! Jam 5.30 pagi saya sudah di sms Soleh. Ternyata dia pun ingin ke tempat yang sama. Segera saya bersiap-siap dan langsung jalan menuju Abbey Road bersama Soleh. Kali ini tidak sarapan supaya menghemat waktu. Huhu.. dinginnya… saya tidak pakai jaket hanya pakai kaos, sweater dan syal. Anehnya, meski tangan membeku tapi badan tetap terasa hangat. Nggak masuk angin pula.

Saya dan Soleh segera menuju Underground dan mencari informasi untuk ke Abbey Road. Ternyata gampang sekali. Dari Underground Kensington, ke Baker Street lalu lanjut ke St. John Wood. Dan.. sampailah kami di sana. Di luar Underground, ada The Beatles Coffee Shop. Setelah bertanya lokasi Abbey Road, kami langsung berjalan kaki menuju ke sana.

ABBEY ROAD!

Tidak jauh ternyata, hanya sekitar 3 blok dari Underground… dannnnn… oh… saya terharu!!! Saya tidak pernah menyangka bisa melihat sendiri Abbey Road Studio dan zebra cross yang fenomenal itu. Oh My God.. saya sedang di Abbey Road. Di dinding pagar Abbey Road Studio terdapat coretan para penggemar The Beatles. Semua tentang perasaan mereka terhadap band yang mereka sayangi ini. Duh! Merinding saat saya membayangkan Abbey Road pada saat The Beatles di sana. Kami berdiri di jalan yang sama… di waktu yang berbeda. Saya merasa menjadi bagian dari sejarah penting.

Setelah puas berfoto di depan Abbey Road Studio (hanya di luar gerbang), saya dan Soleh segera merencanakan untuk foto di garis-garis tempat penyebrangan fenomenal itu. Cukup beruntung karena saat itu pukul 7.30 pagi dan jalanan belum terlalu ramai. Tapi tetap saja perlu saat yang tepat sampai dapat foto yang lumayan. Hahaha! Bahkan ada penduduk lokal yang pesan pada kami supaya berhati-hati karena mobil-mobil melintas dengan cepat.

Setelah puas berfoto di Abbey Road, akhirnya kami kembali ke hotel. Yes.. puas.. saya puas..!! Meski sempat sedih karena tidak sempat ke Baker Street, tempat dimana Sherlock Holmes bermukin, tapi yang penting saya sudah mendapatkan pengalaman penting di Abbey Road!

Pukul 9 pagi saya dan Soleh sarapan di hotel dan bersiap-siap untuk berangkat menuju London Studio pada pukul 10 pagi. Semua orang membicarakan jadwal yang diubah dan menunjukkan kekecewaan mereka. Semua berharap hari ini mendapatkan sesuatu yang berharga untuk bisa mereka beritakan.

KEMBALI KE LONDON STUDIO

Pukul 11 siang, kami sudah kembali ke London Studio. Suasana tidak berubah, televisi di lantai 3 tetap menampilkan streaming dari studio untuk mengenai proses yang sedang berlangsung. Saya melihat James masih  mengenakan kaos yang sama.. mungkin dia belum tidur.

Saya terkesima mendengarkan lagu yang Maroon 5 ciptakan sejak kemarin sore. Sudah 80% ternyata. Cepat juga. Ketika saya datang, Jesse sedang take backing vocal dan saya berkesempatan mengambil fotonya melalui ruang tunggu lantai dua. Saya tetap menantikan jadwal interview yang (lagi-lagi) tertunda. Entah jadi interview atau tidak.. saya ragu jadinya. Dalam keadaan yang penuh ketidakpastian ini, saya dan Soleh juga sedikit panik. Karena pukul 1 siang waktu London akan ada live streaming via Skype iPhone dengan Coca-Cola Indonesia yang sedang launching website www.coca-cola.co.id . Tapi selalu terputus, padahal sinyal wi-fi di tempat kami bagus dan stabil.

DI DALAM STUDIO BERSAMA MAROON 5

Di tengah-tengah kepanikan tersebut tiba-tiba Nick menghampiri saya dan bilang kalau Maroon 5 akan mengajak beberapa blogger untuk ikut merekam tepuk tangan di lagu yang sedang mereka garap. Whoa! Saya sangat bersemangat. Dan… benar.. sekitar pukul 1.30 siang, saya, Soleh, beberapa blogger dan ada band asal Thailand pemenang kontes Coca-Cola masuk ke studio.. ohhh!!! Saya bertemu sendiri dengan semua personil Maroon 5, kecuali Adam Levine, berjabat tangan dan bersama-sama tepuk tangan untuk kemudian direkam.

JAMES B. VALENTINE

Saya suka dengan James.. tentu.. selain Adam Levine.. saya suka James. Tentu selain sama-sama gitaris, kami juga membaca buku yang sama. “The Advancing Guitarist” karya Mick Goodrick. Hahaha! James Valentine, gitaris Maroon 5, suka dengan musik jazz. Kadang dia menggunakan waktu luangnya untuk ngulik lagu-lagu jazz standard. Saya dan James sempat mengobrol sebentar tentang hal ini dan memberinya CD album kedua Endah N Rhesa “Look What We’ve Found”. James juga pernah membantu John Mayer di album Continuum. Saya suka dengan dia, apalagi setelah ngobrol dan bertemu. Dia sangat ramah.

Setelah proses rekaman selesai, saya dan teman-teman lain yang tadi masuk studio langsung diberi kesempatan untuk mewawancara Maroon 5. Tidak semua personil.. ternyata hanya James dan Mick.. oh!! JAMES! Persis seperti yang saya harapkan.. Saya ingin sekali ngobrol sama dia. Cuplikan video wawancara saya, beberapa blogger dan media bersama James dan Mick dari Maroon 5 menyusul yaa….

SAYA CUKUP BERUNTUNG

Yes! Saya puas.. setelah masuk studio rekaman bersama Maroon 5, mewawancara James dan Mick. Kalau tidak salah pukul 3 sore waktu London, saya dan Soleh siap-siap untuk live streaming dari London. Dan kalau tidak salah itu pukul 9 atau 10 malam waktu Jakarta. Coca-Cola Indonesia sedang melakukan press conference dan launching website www.coca-cola.co.id yang dilakukan di FX Jakarta. Pengisi acara malam itu di Jakarta adalah Mike’s bersama Imel (Ten 2 Five) dan J-Rocks. Alhamdulillah, wi-fi nya bagus, lumayan lancara live reportnya dan kami juga sudah mendapatkan berita-berita yang menarik untuk dilaporkan. Lega sangat! Setelah semua selesai, saya tinggal menunggu detik-detik press conference dan meet and greet yang rencananya akan diadakan pukul 5.30 sore waktu London. Tentu setelah penutupan proses Coca-Cola 24-Hours with Maroon 5 ini selesai pada pukul 5. Maroon 5 berhasil menyelesaikan rekaman lagu dalam waktu 24 jam.

Tapi setelah semua selesai.. lagi-lagi tersebar kabar tidak mengenakkan… ternyata tidak akan ada press conference dan meet & greet. Maroon 5 akan segera istirahat menuju hotel dan tidak berlama-lama di London Studio. Oh oh.. padahal saat itu sudah pukul 5.40 sore. Saya segera mencari informasi ke Nick, koordinator acara. Dan ternyata hanya akan ada sedikit waktu bagi blogger untuk berfoto bersama Maroon 5. Itu pun jika memungkinkan.

Saya sedikit kecewa dan segera mengambil foto Maroon 5 dari lantai 3. Kemudian saya kembali berbicara pada Nick, bahwa saya harus pergi pukul 6 sore menuju bandara. Jadwal kepulangan saya memang lebih cepat dibanding peserta lain karena saya akan ada manggung di Jakarta. Lalu Nick memastikan bahwa saya dan beberapa blogger lain, asalkan kami bergerak cepat, bisa berfoto bersama Maroon 5.

Dan ternyata memang benar.. pukul 5.45 sore.. hanya sekitar 5 orang, kalau tidak salah.. saya tidak ingat karena cukup chaos di lantai 3. Itu pun saya tidak bisa mengambil foto. Semua foto hanya bisa diambil oleh fotografer resmi Maroon 5 dan Coca-Cola. No pix = hoax. Nanti deh, kalau file sudah dikirim baru saya sertakan foto saya dengan Maroon 5. Hahaha!

Pukul 6 sore… kami satu rombongan pulang ke hotel. Beberapa blogger, terutama blogger Meksiko, kecewa berat. Mereka sama sekali tidak kebagian interview dan foto bareng dengan Maroon 5. Saya agak terkejut, karena seharusnya semua mendapatkan jatah itu. Saya tidak tega untuk bertanya-tanya lebih lanjut  karena mereka terlihat amat sangat kecewa. Wah.. saya merasa beruntung karena mendapatkan semuanya. Masuk studio, wawancara, foto bareng… dan malam ini saya siap pulang ke Jakarta. Sudah kangen berat dengan suami saya di rumah…

PULANG

Coca-Cola sudah menyiapkan kepulangan saya dengan baik. Pukul 7 malam, taksi sudah menanti saya di hotel dan saya diantar oleh supir taksi ke bagian check in. Kembali naik Emirates. Namun di twitter ternyata ada seorang anak Indonesia, yang kuliah di London, ingin bertemu saya. Dia sudah dalam perjalanan menuju bandara. Ah, kebetulan jam boarding saya masih lama. Saya tunggu saja dia di lantai keberangkatan dan kami pun berjumpa di sana. Saya senang sekali karena dia memberi kue. Pas… saya belum makan malam. Lumayan untuk mengganjal perut yang kosong ini. Setelah kami berpamitan.. saya melanjutkan perjalanan… pulang. Lelah… tapi 18 jam perjalanan akan berarti karena saya pulang ke tanah air. Terima kasih, London…

Sincerely,
Endah Widiastuti

10 thoughts on “London Calling : Day 3 (Abbey Road & Maroon 5)

  1. waaaaaaaah asiiiiiiiiiiik banget bisa foto di abbey road,
    sungguh beruntung sekali teh endah ini hehe
    selamaat yah teh endah sukses juga buat endah n’ rhesa nya 😀

  2. ojan says:

    waw!! seru sekaliiiii 😀 😀 😀

  3. putuadis says:

    kekecewaan di day 2 1/2 terbayar di day 3 ya mbk..
    seru sekali pastinya yaa..
    mantapp..
    sukses trs ya mbk 🙂

  4. dnariswari says:

    Mbak Endah keren!! Beruntung sekali 🙂

  5. S says:

    You’re one of those luckiest gurls in the world! Keep the awesomeness 😀

  6. Gabriella says:

    Woww….Abbey Road!!! and Maroon 5. You’re so lucky! :))

  7. icha says:

    woow,,, kak Endah beruntung banget 🙂
    mau liat video wawancara and foto bareng Maroon 5 nya donk
    liatnya dimana yaa??

  8. London bikin saya ngileerrrr, mupeng nih

  9. Renny says:

    Waaaaa.. padahal bisa ketemu saya di London.
    Hahaha..

    Sungguh beruntung bisa ketemu Maroon 5.
    Ditunggu cerita2 selanjutnya

  10. ecyi says:

    aaaw how sweet.. looking forward to see you again mba endaah hihi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*