Oke, ini adalah kategori baru dalam blog-ku yaitu freewriting. Aku akan menulis apa pun yang ada dalam pikiran dan perasaanku terinspirasi dari kelas Earhouse Songwriting Club yang menghadirkan Om Hadee sebagai pembicara. Ia memberikan materi yang bagus sekali mengenai freewriting berkaitan dengan ekspresi penulisan, yang mana kemudian bisa dikembangkan menjadi lirik lagu. Ya, karena konteksnya ada Earhouse SOngwriting Club maka konteks materi sebisa mungkin berkaitan dan dapat diaplikasikan dalam penulisan lagu. Dan sekarang aku mencoba untuk menulis secara bebas dengan apa pun yang ada di benakku. Mungkin sedikit lebih bebas dari materi yang disampaikan Om Hadee, yang terdapat beberapa metode ekspresi dan membuat kontradiksi ekspresi sehingga bisa menemukan berbagai bentuk rasa baru dalam tulisan kita. Tapi di kategori blogku ini,[…]

Tanggal 16-18 Oktober 2026 lalu menjadi momen pertama kalinya Endah N Rhesa menginjakkan kaki di Banggai, Sulawesi Selatan. Kami diundang untuk tampil di acara Festival Sastra Banggai (FSB) yang berlangsung selama sepekan. Sejujurnya, sebelum berangkat kami merasa was-was karena sudah dua hari (sejak tanggal 14 Oktober) bandara belum kunjung dibuka akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang kemudian mengganggu jalur penerbangan. Tidak ada penerbangan ke Luwuk, Banggai. Namun, karena komitmen dan melihat sepertinya kondisi membaik, maka kami tetap putuskan untuk berangkat ke bandara Soekarno-Hatta. Syukurlah kemudian pesawat kami bisa berangkat tanpa kendala, transit di Makassar, dan sampai ke Luwuk, Banggai tepat pada waktunya. Penerbangan Jakarta – Makassar ditempuh selama 2 jam, dan Makassar – Luwuk ditempuh selama 1 jam. Jika[…]

Setelah sekian lama, enam tahun lamanya, aku kembali menulis blog lagi di sini. Kenapa? Karena aku juga baru memperbaharui website endahnhresa.com. Lalu aku melihat halaman blog-ku. Astaga! Judulnya merana sekali yaitu “This is Disaster” yang menyoroti semester awal kondisi Covid-19 tahun 2020 lalu. Ah! Sungguh aku ingin menetralisir lama blog karena kurasa sudah saatnya pembaca perlu tahu bagaimana kondisiku saat ini. Tenang… aku masih hidup! Haahahaha! Jika kemudian ada jeda 6 tahun dari tulisan terakhir, ini karena rasa malas yang melanda ketika hendak menulis, atau juga sudah terlalu banyak kanal media sosial yang harus aku rawat. Hanya saja, semerawat-merawatnya aku terhadap media sosial lainnya, ada kebutuhan untuk menulis panjang yang tidak bisa aku bendung. Ya, di mana lagi kalau bukan[…]

Buat saya, mewabahnya virus Corona (Covid-19) ini amat sangat menyedihkan sekaligus menjengkelkan. Selain membuat jadwal manggung berantakan (semua ditunda hingga waktu yang tidak bisa ditentukan), saya juga harus mengurangi interaksi sosial. Tapi memang ini semua adalah hal yang harus dilakukan untuk kebaikan bersama. Hal ini sulit banget untuk orang yang ekstrovert dan suka berkegiatan komunitas kayak saya, belum lagi memikirkan orang-orang yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan mereka, mungkin sulit juga bagi mereka untuk melakukan pekerjaan di rumah. Ah! Sungguh bencana ini bikin kaget.