Selasa pukul 8.30 pagi waktu Astana, kami beserta seluruh artis “Marketplace of Creative Arts” berkumpul di lobby Hotel Diplomat dan berangkat menuju Palace of Independence menggunakan shuttle bus. Selain menampilkan pertunjukan dan pameran karya seni, Marketplace of Creative Arts juga menghadirkan diskusi dengan berbagai topik berkaitan dengan seni dan hubungannya dengan industri, marketing, ekonomi, budaya, filsafat, dan sebagainya.

Acara mulai sekitar pukul 11.30, dibuka dengan pertunjukan tradisional. Diselingi diskusi dan pemutaran film di ruang cinema, lalu kembali lagi ke panggung besar untuk menyaksikan pertunjukan kontemporer. Artis-artis tersebut tampil menghadirkan karya-karya dan penampilan luar biasa. Beberapa teman, Altimet (Malaysia), SHYNGYS (Kazakhstan) dan Mo (Texas USA) tidak sempat diambil fotonya karena kami sibuk bersiap-siap.

Sekelompok anak muda pemain Dombra (instrumen tradisional Kazakhstan)

Musisi tradisional Kazakhstan

Tari Tradisional Kazakshtan

Salim, Ud players (Oman)

Bashir, Comedian (Zimbabwe)

DJ Asad (Chicago, USA)

Contemporer Dance Kazakhstan

Terus terang agak nervous, karena menghadapi penonton internasional.. saya belum tahu bagaimana reaksi mereka. Terlebih lagi, saya harus menyampaikan cerita lagu Endah N Rhesa menggunakan pengantar Bahasa Inggris agar yang hadir mengerti maksud lagu-lagunya. Mengalirlah cerita Monkey Song, diselingi lagu cover In the Jungle, lalu Tuimbe (Let’s Sing). Tak disangka ternyata semua orang senang dengan penampilan kami.. dan banyak yang menanyakan jadwal penampilan kami berikutnya dan hendak hadir kembali menonton kami. Kebetulan di hari yang sama kami tampil dua kali, dan benar saja.. di penampilan kedua, yaitu sekitar pukul 5 sore, banyak orang yang hadir dan menonton kami. Hakuna Matata, When You Love Someone, dan Baby it’s You mengalir menghibur semua yang hadir sore itu. Penampilan kedua terasa lebih lepas dan maksimal karena saya sudah tidak terlalu nervous.

Setelah selesai, kami beserta teman-teman lain menuju ke restoran tradisional Kazakhstan di bagian kanan kota Astana. Berbagai macam hidangan khas Kazakhstan dihidangkan di sana serta ada live music musisi tradisional Kazakhstan. Saya tidak terlalu ingat nama-nama hidangan Kazakhstan, namanya terlalu sulit untuk diingat, bahkan diucapkan. Satu hal yang tidak saya lupakan adalah susu unta…. rasanya? Err…… sepertinya sudah di fermentasikan, mirip yoghurt hanya dihidangkan panas dan berbau tajam. Sehat sih.. tapi… susu sapi ajah deh yah… hehehe..

Tamu-tamu internasional mulai berdatangan, sepertinya dari kalangan penting karena memakai jas dan baju ‘kebesaran’ masing-masing negaranya. Oh, ternyata tamu-tamu dari pemerintah Kazakhstan dan WIEF, karena Perdana Menteri Kazakhstan dan Chairman WIEF hadir dan memberi sambutan. Chairman WIEF, Mr. Tun Musa Hitam (Malaysia) mengutarakan perasaan bangganya pada Marketplace of Creative Arts yang bisa menunjukkan kreativitas dan mempertemukan seniman-seniman dari berbagai negara.

Hari Rabu, Marketplace of Creative Arts dimulai pada pukul 14.00 siang. Saya menyempatkan diri mengambil gambar karya-karya seni yang dipamerkan di sana. Juga menyempatkan diri menonton beberapa film independen karya teman-teman dari Singapura, Malaysia, Kazakhstan. Lalu saya dan Rhesa bersiap untuk tampil di penutupan acara. Kali ini menarik, karena kami sengaja dipasangkan dengan artis lain untuk melakukan spontanitas di atas panggung.

Seharusnya kami jamming dengan musisi hip-hop dari Kazakhstan, tapi ternyata dia berhalangan hadir.Akhirnya kami berkolaborasi dengan dua musisi Dombra, Yerkebulan dan Abay. Mereka masih sangat muda, usia belum sampai 20 tahun tapi main Dombra-nya asik sekali. Dombra adalah instrumen dua senar yang bisa sangat melodis sekaligus perkusif. Setelah 10 menit diskusi di belakang panggung, akhirnya kami berempat tampil ke atas panggung.

Inilah saat yang tidak akan pernah saya dan Rhesa lupakan. Bermain bersama musisi Kazakhstan dengan instrumen tradisionalnya membawa sesuatu yang baru. Kami harus berimprovisasi, saya memainkan kata-kata, scat singing, semua spontan di atas panggung. Andai saya ingat apa yang saya nyanyikan saat itu, yang saya ingat adalah menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan.. yaitu betapa kami sangat bahagia dan senang dengan Astana, Kazakhstan.. bertemu orang-orang luar biasa dan hal ini menjadi saat yang tidak akan pernah kami lupakan…

Thank you to Marketpalce of Creative Arts, Young Leaders WIEF.. thank you to all new friends from around the world..

sincerely,

Endah

ps : more pics and stories will be written soon 🙂

6 thoughts on “Endah N Rhesa Kazakshtan WIEF 7th (2)

  1. Mita says:

    A very inspiring journey, keep on blogging!

  2. abaybektursun says:

    Hey!) Hello! How are you? Thank you for my photos in your blog!) You recognize me?????

  3. Hei Abay! of course we recognize you! We were playing together at the Palace, that’s why i put your picture on our blog. Miss u and yerkibulan already. Hope we’ll meet again 🙂

  4. Yerkebulan says:

    thanx!!!)))good luck!!!

  5. vika says:

    heii..kapan ya endah n rhesa bisa tour k palangkaraya ? ngarep bangeett

  6. chiz says:

    keren keren keren…
    sukses selalu buat mbak endah n mas resha
    semoga bisa semakin go internasional 😀

    note: mbak endah, abay ma yerkebulan uda ganteng jago maen musik pulaaa… wkwkwk xDD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*