Tanggal 5 Desember 2015 Sudah 6 tahun kami menikah, belum dianugerahi anak tetapi sudah melahirkan 4 album studio, 1 EP (Real Life), 2 album terbatas untuk amal (Musikalisasi Puisi Angin Pun Berbisik dan Cita-citaku Setinggi Tanah OST) hasil dari 11 tahun bermain musik bersama. Bosan? Tidak… Kami tidak pernah bosan bersama. Mungkin banyak orang beranggapan kami adalah pasangan ideal, damai, penuh cinta. Padahal tidak juga. Kami hidup biasa saja, layaknya pasutri lain, layaknya anak band lain. Kadang ada pertengkaran, bersitegang, berbeda pendapat, bahkan sampai bertangisan. Dalam berumah tangga dan main musik pasti ada konflik. Konfliknya pun sama seperti yang lain. Masalah keuangan, waktu, prioritas, mood, dan sebagainya. Jadi apa istimewanya hubungan kami berdua? Tidak ada. Kami adalah pasangan biasa yang[…]

Hari Selasa, 17 November 2015, pukul 3 petang. Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk dalam telepon seluler saya. Tertera nama teman lama, musisi perempuan hebat, Tiwi Shakuhachi. “Endah, ntar malem sudikah nonton Ron Carter?” Saya panik! Apa? Ron Carter?! Ron Carter adalah bassis (upright) senior legendaris berusia 78 tahun yang sudah menghasilkan banyak karya yang menginspirasi musisi-musisi jazz dunia. Ia ada di Jakarta untuk tampil dalam format trio bersama Russell Malone (gitar) dan Donald Vega (piano) di Motion Blue, Fairmont, Jakarta. Dan malam ini adalah pertunjukannya yang terakhir setelah 3 hari rangkaian penampilannya di Jakarta di tempat yang sama. “Sama Rhesa, ya.”, sambungnya memastikan bahwa kami datang berdua. Saya langsung mencoba mengatur ulang jadwal temu saya bersama teman saya yang (untung[…]

Arti microphone buat saya bukanlah sebuah alat, tetapi sebagai teman sejati begitu saya menginjakkan kaki di atas panggung. Besar atau kecil panggung yang saya singgahi, ia selalu bisa menyampaikan suara hati saya, menjaga suara saya agar terdengar jelas, dan dapat diandalkan untuk mengantisipasi setiap masalah yang saya temui. Ia tidak membuat suara saya menjadi lebih baik, tidak juga menjadi lebih buruk. Ia membunyikan suara saya dengan jujur apa adanya. Ia adalah saya. Beyerdynamic, the sound of my true voice.