Alhamdulillah pada tanggal 22 Agustus 2011 lalu, earFriends Semarang telah menyampaikan amanah dari earFriends dari berbagai regional. earFriends Berbagi telah dilaksanakan di Panti Asuhan Darun Najah, Tembalang, Semarang. (Mengenai asal mula gerakan earFriends Berbagi Bukber Panti ini bisa di baca di sini). Berikut ada kronologi acara live tweet @earfriendsSMG tanggal 22 Agustus 2011 di lokasi acara:

Buka bersama tidak melulu dilakukan di restoran dengan hidangan mewah dan berlimpah ruah atau bersama keluarga.. ada kalanya kita perlu berbagi rasa dengan mereka yang tidak memiliki hal-hal tersebut. Terbayang bagaimana perasaan mereka, anak-anak yatim piatu, yang melewati masa-masa Ramadhan tanpa kehadiran orang tua dan keluarga mereka. Dengan kondisi panti yang seadanya, dengan orang-orang yang tinggal bersama mereka, pengurus panti, teman-teman senasib. Mungkin kita akrab dengan kata-kata mama yang cerewet saat sahur “Ayo dik dihabiskan nasinya, nanti kamu laper.. jangan lupa minum air yang banyak. Ini mama capek-capek masak makanan kesukaan kamu, masak gak habis..” atau papa “Tadi malam kamu kemana? Sholat tarawih nggak? Papa tungguin sampe ketiduran, kamu belum pulang.”. Hal-hal remeh tersebut…ternyata adalah hiasan ke hidupan.. yang mereka[…]

Marketplace of Creative Arts yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, menampilkan karya-karya seni yang unik dan kreatif. Salah satu karya yang outstanding adalah mosaik kaca Monalisa karya desainer Kazakhstan, Nurlan Turekhanov. Potongan-potongan kecil mosaik kaca (sekitar 1 x 1 cm) diatur sedemikian rupa menghadap ke papan warna yang ada di seberangnya. Kita bisa melihat Monalisa saat berdiri di titik tertentu. Amazing! potongan mosaik

Selasa pukul 8.30 pagi waktu Astana, kami beserta seluruh artis “Marketplace of Creative Arts” berkumpul di lobby Hotel Diplomat dan berangkat menuju Palace of Independence menggunakan shuttle bus. Selain menampilkan pertunjukan dan pameran karya seni, Marketplace of Creative Arts juga menghadirkan diskusi dengan berbagai topik berkaitan dengan seni dan hubungannya dengan industri, marketing, ekonomi, budaya, filsafat, dan sebagainya. Acara mulai sekitar pukul 11.30, dibuka dengan pertunjukan tradisional. Diselingi diskusi dan pemutaran film di ruang cinema, lalu kembali lagi ke panggung besar untuk menyaksikan pertunjukan kontemporer. Artis-artis tersebut tampil menghadirkan karya-karya dan penampilan luar biasa. Beberapa teman, Altimet (Malaysia), SHYNGYS (Kazakhstan) dan Mo (Texas USA) tidak sempat diambil fotonya karena kami sibuk bersiap-siap. Sekelompok anak muda pemain Dombra (instrumen tradisional Kazakhstan)