Cerita di Balik Warm-Up Concert for Midem 2013
Akhirnya baru sekarang saya sudah bisa santai di depan komputer dan menuliskan sekelumit tentang Warm-Up Concert kemarin…
Sepertinya saya haru menjelaskan kelanjutan dari tulisan kemarin..

Apa yang terjadi di Gedung Soehanna Hall, The Energy Building, adalah sebuah keajaiban. Keajaiban yang lahir dari teman-teman musisi dan semua yang hadir.
Saya dan Rhesa berusaha sekuat tenaga mempersiapkan segalanya dengan baik.. stamina dan pikiran.. agar acara berjalan lancar. Dan antusiasme tim dan teman-teman yang hadir sangat luar biasa. Sebuah Warm-Up Concert yang hanya dipersiapkan dalam hitungan hari, namun hasilnya sungguh maksimal..
Tanggal 17 Januari, Saya dan Rhesa stand-by di Soehanna Hall sekitar jam 1 siang. Memastikan semuanya berjalan dengan baik. DSS Sound dengan baik hati mendukung kami dengan menyiapkan sistem monitor di atas panggung. earTeam pun mendapat bantuan dari demajors dan earFriends Jakarta untuk registrasi media dan undangan. Menjelang sore… earFriends yang registrasi mulai berdatangan ditemani BROTI yang enyaak rasanya. pukul 18.30 wib rekan media yang dikoordinasi oleh Oktav (RPM) juga sudah mulai berkumpul. Menyantap makan malam dan bersiap untuk press conference.
Menjelang pukul 19.30 wib, press conference dimulai..
Pembicara yang hadir adalah : Bens Leo, Oktav (RPM), Glenn Fredly, Idang Rasjidi, Endah N Rhesa, Tompi, dan Panji Pragiwaksono. Saya sangat terharu selama press conference ini… dukungan ini sangat berarti bagi saya dan Rhesa.
Singkatnya, demikian kesimpulan dari Press Conference hari itu:
Acara Warm-Up Concert for Midem ini adalah prakarsa dari Tompi, Om Idang dan Glenn, yang mendapat dukungan dari Keluarga Panigoro, untuk mendukung musisi perwakilan Indonesia untuk tampil di panggung utama Midem Festival 2013. Kenapa acara ini penting? Om Idang menjelaskan bahwa acara ini untuk menggugah pemerintah bahwa harusnya mereka mendukung (memberikan dana) untuk musisi yang mendapatkan kesempatan tampil di luar negeri yang bertujuan membawa nama baik negara. Hal serupa kurang lebih disampaikan oleh Tompi, Glenn dan Panji. Bens Leo pun menceritakan beberapa musisi yang juga pernah mengalami kejadian serupa. Oktav sendiri juga mengakui bahwa untuk tampil di panggung utama MIDEM itu tidak main-main. Kalau pun beli slot, biayanya bisa mahal sekali… sekitar 200-250juta!! Jadi kalau perwakilan Indonesia bisa tampil di sana dan gratis tentunya sudah sangat menguntungkan. Oktav juga menambahkan… kalau sebenarnya banyak kesempatan yang bisa dilakukan di sana. Sayangnya Indonesia ketika di sana hanya selalu jadi pembeli/ konsumen. Kita tidak pernah jual apa-apa. Padahal, kalau memang pemerintah serius, MIDEM bisa menjadi kesempatan besar bagi negara ini untuk membuka akses musik lokal ke kancah internasional.
Saya jadi miris… Malaysia saja punya satu panggung khusus di MIDEM.. namanya MALAISIE SUPERNOVA. Dan mereka punya jadwal slot khusus dalam memperkenalkan industri musik Malaysia di MIDEM Conference. Lalu… kemana Indonesia?
Yah sudah lah..
Sekitar pukul 20.30 wib acara dimulai…

Tompi memandu acara dengan gayanya yang khas… selalu bikin penonton tertawa terbahak-bahak.. Hakhakhak! Dan kemudian sambutan dari Pak Arifin Panigoro. (Foto langka! Tompi lebih tinggi dari Pak Arifin :p ) Kemudian, Tompi tampil diiringi Idang Rasjidi (piano), Shadu Rasjidi (bass), Edi Syakhroni (drum). Keren banget sih.. secaraaa.. akustik ruangan Soehanna Hall juga sudah enak ya.. Kemudian dilanjut Panji yang stand-up comedy. Saya jadi ingat era dimana saya dan Rhesa sebelum menikah, pulang nge-gig, dengerin acaranya doi di Hard Rock FM. Sampai akhirnya bisa diundang ke acaranya di radio tersebut, bahkan sampai doi ngemsi di kawinan kami.. Thank you, Nji :’)
Kemudian dilanjut Glenn Fredly yang secara spontan ditodong oleh Tompi dan Panji… menyanyikan lagu yang membuat saya mengharu-biru… :
“When you’re weary, feeling small
When tears are in your eyes,
I will dry them all
I’m on your side
When times get rough
And friends just can’t be found
Like a bridge over troubled water
I will lay me down
Like a bridge over troubled water
I will lay me down”
Kemudian… ada pemutaran video profile singkat tentang Endah N Rhesa dan perjalanan kami berdua. (Ini bikinnya begadang sampe pagi..). Untung semua berjalan lancar, Kemudian saya dan Rhesa naik ke atas panggung. Saya tidak terlalu ingat bagaimana perasaan saya waktu di atas panggung Soehanna Hall. Campur aduk… entah gimana, nggak bisa dideskripsikan… dan ketika saya menatap Rhesa yang bermain bersama saya.. saya baru menyadari.. Ya Allah, kami akan manggung di Panggung Utama Midem Festival.. di Perancis!
Kemudian acara berakhir begitu usai kami manggung.. dan kemudian Tompi, Glenn, Idang Rasjidi dan Panji naik ke atas panggung dan mengumumkan.. kalau dana simpatisan hadir dan terkumpul Rp 500.000.000,- !!!! Rp 50.000.000,- didonasikan untuk korban bencana banjir yang melanda Jakarta pada hari itu, dan sisanya Rp 450.000.000,- masuk ke rekening atas nama Tompi. Tapi rekening tersebut dipegang atas nama 2 orang. Jadi, Tompi tidak bisa mengambil dana atas persetujuan dia sendiri. Dana tersebut akan dikelola Tompi serta Om Idang untuk mencegah terjadinya kasus seperti kami lagi di masa depan. :’)
Oia, sebelumnya Pak Arifin dan Pak Yana Panigoro telah membantu kami dengan sejumlah Rp 60.000.000,- untuk membereskan semua transportasi dan akomodasi. Dana Rp 60.000.000,- adalah jumlah yang sesuai angka proposal yang kami ajukan ke Kemenparekraf untuk biaya pesawat, hotel murah bintang **, dan biaya hidup 3 orang selama 6 hari di Perancis.
Tompi dan Glenn juga punya ide untuk melakukan pertunjukan rutin di Soehanna Hall bersama musisi-musisi lain untuk pelan-pelan menggerakkan kampanye #MusikBagusINA (ketagihan doi.. akustik ruangannya enak sih yee.. 😀 ).
Demikian cerita-cerita di balik Endah N Rhesa Warm-Up Concert for Midem 2013. Setelah pulang dari Midem, kami akan adakan Sharing Session untuk teman-teman ya…info akan menyusul.. :’)
Sebelumnya terima kasih kepada para pendukung acara ini :

The Energy
The Soehanna Hall
Broti Bread
RPM
Hippi
demajors
DSS Sound System Indonesia
Terima kasih : Keluarga Panigoro (Arifin & Yana Panigoro)
Terimakasih untuk teman-teman musisi : Glenn, Tompi, Idang & Shadu Rasjidi, Edy Syahroni, Pandji Pragiwaksono.. Big respect :’)
Terima kasih untuk earFriends yang sudah rebutan SMS, yang dapat invitation, yang datang, yang nggak bisa datang karena terhalang banjir, yang turut mendoakan kami, yang support via twitter, yang VOTING kami..
Terima kasih rekan media yang sudah hadir dan meliput acara ini..
Terima kasih para undangan yang hadiiir… juga untuk Reiproject Management, Rendy, Jangfang, Begenk, Jamal, Pitoy, Astri (admin @earFriendsBDG). And also Hari (admin @earFriendsJKT), Ika Wulan , Kiki Aulia a.k.a UCUP, Yanto, yang sudah bantuin bagian registrasi).




Pictures from : Salman Fariz (admin @earFriendsDPK ), Pandji, @earFriendsJKT
Oh iya.. sehari setelah warm-up concert… proposal kami diterima TELKOM. Alhamdulillah..
Ini diaaah logonyaaahh 🙂

(terima kasih Bu Sri Safitri) :’)
Sincerely,
Endah
3 thoughts on “Cerita di Balik Warm-Up Concert for Midem 2013”
Huaahhh… ikut sebel baca tulisan yang sebelumnya, musik bagus mau maju bahkan sampe keluar negeri malah ga didukung pemerintah, hadeehh! Tapi juga ikut seneng baca tulisan yang ini. Kalian musisi-musisi hebat yang selalu saya rindukan di Surabaya, tapi jarang, hiks…
Gudlak kakaa… Saya suka musik kalian, dan sudah saya tularkan ke suami dan beberapa teman, hihi… ^_^
Selamat mba endah dan mas rhesa…terimakasih menyelamatkan musik Indonesia di pentas dunia. Kami bangga :’)
i love your song
tetap semangat ya mbak endah n mas rhesa d tunggu ya album-album selanjutnya musik2nya keren abis bwt gw gak pernah berhenti dengerinnya