Memaafkan Diri Sendiri
Saya senang dengan momen Idul Fitri. Setahun sekali ada momen untuk saling bermaaf-maafan. Bahkan minta maaf sama yang tidak kenal, baru kenal, atau kenalan yang lama tak bertemu dan tak pernah berkomunikasi sekali pun. Suatu momen yang mulia dan meluruhkan benteng ego diri sendiri yang selalu merasa benar ini.
Namun satu hal yang saya sadari betapa sulit momen tersebut untuk memaafkan diri sendiri. Ya.. memaafkan diri terhadap kesalahan-kesalahan masa lalu. Baik kesalahan sepele maupun kesalahan yang menurut saya sangat memalukan… atau mungkin bukan kesalahan… tapi lebih kepada ketidakpedulian. Ignorance…
Penyesalan terhadap sebuah kesalahan… saya begitu merasa amat bersalah jika saya melakukan kesalahan dan orang lain terkena imbasnya.. atau saya melakukan sebuah kesalahan saat proses pembelajaran namun ada yang harus ‘dikorbankan’… pertemanan.. misalnya..
Memaafkan masa lalu tidak dengan melupakan masa lalu…
Saya tahu itu… meskipun bagi saya… lebih mudah melupakan daripada memaafkan. Namun itu tidak akan membantu karena dengan melupakan maka saya tidak akan belajar sesuatu. Lalu bagaimana cara memaafkan diri sendiri? Berbesar hati menerima kesalahan kemudian memperbaiki.. minta maaf… persoalan yang sepertinya mudah namun… tidak semudah itu. Berkali-kali saya meyakinkan diri saya kalau saya sudah memaafkan diri saya terhadap suatu kesalahan yang saya buat di masa lalu. Tapi hati saya masih sakit ketika saya teringat kembali masa itu. Rasanya sesak… ingin melarikan diri… kemudian membatin, “Andai saya tidak lakukan itu….”.
Namun apalah artinya hidup jika tidak belajar dari kesalahan… esensi manusia adalah makhluk sempurna yang tidak sempurna dalam proses menjalani kehidupan menuju kematian. Manusia adalah makhluk yang penuh risiko karena berbagai keputusan dan tindakan yang manusia ambil akan mempengaruhi hidupnya…atau bahkan hidup orang lain. Saya.. saya berharap untuk menjadi orang yang lebih baik. Menjadi seseorang yang sabar dan bisa memaafkan.. memaafkan diri sendiri.
Atas nama masa lalu… saya maafkan diriku..
Endah
5 thoughts on “Memaafkan Diri Sendiri”
kereeen 🙂
saya senang membaca kata kata ini. 🙂
happy Eid Endah n Rhesa. walau terkadang memaafkan diri sendiri lebih susah daripada memaafkan orang lain, untung saja hari berganti, waktu berlalu, dan suasana hari berubah rubah. siapa tau ketika suasana hati sedang baik, kita menjadi enteng untuk “memaafkan” diri sendiri 🙂
awesome (y)
@arcellin : thank u
@agus tresna : :’)
@Rini Hastuti : yes.. we have to move on anyway..
@ umu atiyah : thanks