Oke, ini adalah kategori baru dalam blog-ku yaitu freewriting. Aku akan menulis apa pun yang ada dalam pikiran dan perasaanku terinspirasi dari kelas Earhouse Songwriting Club yang menghadirkan Om Hadee sebagai pembicara. Ia memberikan materi yang bagus sekali mengenai freewriting berkaitan dengan ekspresi penulisan, yang mana kemudian bisa dikembangkan menjadi lirik lagu. Ya, karena konteksnya ada Earhouse SOngwriting Club maka konteks materi sebisa mungkin berkaitan dan dapat diaplikasikan dalam penulisan lagu.

Dan sekarang aku mencoba untuk menulis secara bebas dengan apa pun yang ada di benakku. Mungkin sedikit lebih bebas dari materi yang disampaikan Om Hadee, yang terdapat beberapa metode ekspresi dan membuat kontradiksi ekspresi sehingga bisa menemukan berbagai bentuk rasa baru dalam tulisan kita. Tapi di kategori blogku ini, aku ingin membebaskanku untuk menulis apa saja tanpa harus terarah dan punya topik. Makanya kuberi judul Freewriting #1, karena hanya ingin kembali menumbuhkan kebiasaanku menulis panjang. Yah namanya juga anak Instagram, cuma biasa menulis caption pendek-pendek. Hahaha!

Dan yang menarik adalah aku menyalakan timer selama 10 menit untuk melakukan freewriting di blogku ini. Ya, sekalian menguji, sebenarnya apa sih yang bisa aku tulis dalam 10 menit ini? Apa yang ada di kepalaku. Bayangkan ketika aku sedang tidak melakukan apa-apa, maka apa sebenarnya yang ada di kepalaku ini? Pemikiran-pemikiran absurd, riuh, dan berisik. Yang mana aku cukup beruntung masih bisa memiliki platformku sendiri untuk menulis apa yang kumau. Aku masih beruntung masih punya dan bisa menyisihkan waktu untuk menulis. Dan sebenarnya juga beruntung karena memiliki pasangan hidup yang bersedia jadi tempatku bercerita apa pun, tanpa harus merasa segan, malu, dan tidak menjadi diri sendiri.

Meskipun freewriting ini bukan sebagai terapi apa pun, bagiku, ini cukup menjadi latihan dan kebiasaan yang perlu aku tumbuhkan pelan-pelan. Sembari kemudian mengingat skill mengetik 10 jariku yang lumayan lah kecepatannya, setidaknya masih bisa mengimbangi suara yang ada di kepalaku. Memang masih lebih enak menulis dengan pulpen dan kertas, tetapi kurasa saat ini, aku harus bisa memanfaatkan kesempatanku dan memberi ruang bagi moodku yang tiba-tiba ingin mencurahkan sesuatu.

Dan ternyata menulis bebas seperti ini enak juga. Aku merasa nyaman, bisa seperti ngobrol dengan diriku sendiri, mencoba menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan yang aku timbulkan sendiri, bahkan juga tidak ada beban apa pun ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak terjawab. Dan melihat dari apa yang kulakukan sekarang, ternyata aku ini tipe orang yang berisik. Bahkan sampai sekarang aku masih belum berhenti mengetik. Ini kan berarti banyak sekali hal yang ingin aku bicarakan, tumpahkan, dan kemudian keluar di sesi freewriting ini. Jadi teringat saat kelas ESC bersama Om Hadee. Ia bahkan meminta kami, peserta di dalam sesinya, untuk menulis selama 10 menit tak berhenti dan membacakan di depan kelas. Ah! Alarm sudah berbunyi, tepat 10 menit aku juga hanpir menyelesaikan paragraf ini.

Karena kurasa perlu penutup, supaya cantik, intinya adalah kategori freewriting di blogku ini akan menjadi kategori baru yang menjadi sarana latihanku ketika ingin menulis apa saja tanpa ada topik bahasan tertentu. Ternyata seru dan aku jadi lebih mengenal diriku sendiri di setiap 10 menit waktu bebas ini. Hahaha!

Tabik!
Endah Widiastuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*