London Calling : Day 1 (On The Way)
Minggu, 20 Maret 2011
JAKARTA
Yes, saya ke London untuk acara Coca-Cola 24 Hours with Maroon 5 (baca blog “London Calling“). Minggu siang adalah meeting terakhir bersama Coca-Cola dan Travel Multi Holiday di FX. Agenda meeting adalah menentukan hari dan jam untuk reportase “live streaming” oleh saya dan Soleh Solihun langsung dari London yang dilakukan saat launching website www.coca-cola.co.id . Setelah meeting selesai, saya dan Soleh dibekali iPhone4 (yang dipegang oleh Soleh) dan sejumlah uang untuk bersenang-senang. Cihui! Ini adalah kali pertama saya keluar negeri yang membutuhkan kepengurusan visa. Sekalinya dapet visanya berlaku sampai 180 hari. Whoa!
Saya sudah packing dan berencana setelah meeting langsung menuju bandara bersama suami tercinta. Sebenarnya pihak travel sudah menyediakan transportasi dari FX menuju bandara dan bisa istirahat di transit hotel bandara sejak sore sebelum take off jam 23.30 WIB. Tapi saya ingin menghabiskan waktu saya bersama suami saya dengan jalan-jalan berdua saja. Saya tahu, saya bakal kangen berat sama ‘singaku’ ini… :’)
Pukul 21.00 wib, saya sudah sampai bandara. Mengingat perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 18 jam, saya memutuskan untuk mampir hotel bandara dan mandi sejenak di sana. Lumayan juga ternyata, saya jadi segar. Saya baru sekali itu mampir ke hotel transit bandara. Lalu jam 22.00 WIB saya dan Soleh janjian bertemu di pintu keberangkatan bandara. Maskapai penerbangan Emirates ada di Terminal 2 D, ternyata tidak terlihat begitu padat. Selain suami saya, Rendi dan Ayuko juga mengantar saya hingga saya masuk gate. Yak.. perjalanan dimulai..
PERJALANAN KE DUBAI
Saya tidak pernah melakukan perjalanan malam hari. Jadi saya sudah niatkan untuk tidur saja di dalam pesawat. Lumayan tergoda dengan fasilitas yang ada di pesawat. Layar sentuh yang diletakkan di punggung bangku depan saya, penuh game dan film-film teranyar. Duh.. tapi saya sudah ngantuk berat. Tidur dulu ah.. karena perjalanan menuju Dubai kurang lebih 8 jam. Hiks… ! Oh iya, pesawat ini menyediakan bantal kecil dan selimut. Nyaman. Setelah lumayan istirahat selama 3 jam, saya dibangunkan oleh pramugara Emirates. Hmm.. saatnya makan. Saya doyan makanannya.. enak dan banyak. Hehehe.. Ketika saya mau istirahat, ada laki-laki Inggris (saya tahu dari logatnya) mengajak saya mengobrol. Namanya Steve, guru EF di Jakarta dan sedang dalam perjalanan kembali ke Glasgow. Banyak hal yang kami bicarakan, dari politik masing-masing negara hingga keindahan Kepulauan Seribu. Sampai akhirnya kami berdua lelah dan berpamitan untuk istirahat setelah tak lupa bertukar email.
DUBAI
Senin, 21 Maret 2011
Sampai di Dubai, saya mulai merasakan dingin yang menusuk. Kalau tidak salah, sekitar 18° C. Saya mendarat pukul 6 pagi waktu Dubai. Untung saya bawa jaket tebal penangkal dingin. Oow… apa kabar di London nih kalau begini dinginnya? Phew.. Lalu saya dan Soleh menuju ke ruang transit. Saya terpukau dengan besarnya bandara udara di Dubai ini. B.E.S.A.R banget… luas dan teratur. Mudah sekali untuk menelusuri jalan dan pintu keberangkatan berikutnya. 
Jujur saja.. selama perjalanan ini, saya masih gamang.. masih tidak percaya bahwa saya sedang dalam perjalanan ke London. Perjalanan dan biaya ini tentu saja tidak murah. Dan saya bersyukur bahwa saya beruntung mendapatkan kesempatan ini secara gratis dari Coca-Cola. Kalau mau dihitung-hitung.. saya sempat survey harga pesawat, dan untuk Emirates memang tergolong ‘agak murah’, tiket pesawat return kurang lebih Rp 10 juta, itu pun kalau booking 1 bulan-2 bulan sebelum keberangkatan. Makan per-hari bisa sekitar 15 – 20 pounds.. tergantung apa yang dimakan juga. Haha! Kurs rupiah ke Poundsterling saat itu Rp 14.400,-. Kebetulan saya pegang dollar USA, lebih baik saya tukarkan langsung saja setiba di London supaya nilainya lebih besar daripada saya tukarkan dollar ke pundsterling di money changer di Indonesia.
PERJALANAN KE LONDON
Setelah transit di Dubai, kurang lebih 2 jam, saya kembali lagi menaiki Emirates menuju Heathrow. Kali ini dapat tempat duduk lumayan enak, di kelas ekonomi tapi barisan depan. Jadi kaki bisa selonjoran. 
Saat saya berangkat dari Dubai jam 8 pagi, waktu London masih jam 4 pagi. Saya dijadwalkan tiba di Heathrow sekitar jam 11.30 siang waktu London. Kembali dengan perjalanan 8 jam di pesawat. Kali ini saya bisa lebih santai, main game, nonton film, tidur-tiduran. Makan… agak aneh karena dapat breakfast dua kali di pesawat.. yang tadi saat perjalanan ke Dubai sebelum mendarat dapat breakfast, sekarang saat menuju Heathrow juga dapat breakfast. Alhasil.. kenyang lah saya. Ternyata makan banyak sangat membantu mengatasi dinginnya udara. Badan saya terasa lebih hangat dan tidak terlalu menggigil. Baguslah..
Saya tiba di London pukul sekitar pukul 12.00 waktu London. Saya takjub begitu masuk bandara Heathrow, melihat manusia dari berbagai ras berkumpul. Berjalan secara teratur… saya merasa seperti warga dunia. Tidak lagi terkotak-kotakkan oleh suku bangsa. Ya, saya memang orang Indonesia. Melihat orang Timur Tengah yang berjalan dihadapan saya mengobrol dengan orang bule kulit putih, sepertinya saya sudah datang di sebuah gerbang komunitas dunia.. Hello London.. Saya sudah tiba!
(bersambung)