London Calling : Day 1 (Arrival , Hexton, One Night Only)
Senin, 21 Maret 2011
Setelah sampai di Heathrow, saya dan Soleh dijemput oleh supir taksi yang sudah disewa oleh Coca-Cola. Lalu kami berjalan bersama menuju parkiran. Wow.. ternyata di London semua orang berjalan dengan sangat cepat. Mungkin lebih tepatnya setengah berlari. Semua seperti terburu-buru. Padahal saya lagi ingin santai.. Bahkan teman saya, Londoner, bilang kalau standar berjalan di London memang seperti itu. Makanya ketika ke Indonesia mereka selalu sebal karena orang Indonesia berjalan sangaaat lambat… Hahaha! Menurut saya sih karena udara di sana sangat dingin, jadi bergerak (secara terus menerus/ cepat) adalah salah satu cara untuk menghangatkan tubuh. Sedangkan di Indonesia, di sini… kita sangat menikmati hidup. Hahaha! I love my country! 😀
Saya cukup terkesan ketika supir taksi melakukan pembayaran via kartu kredit.
Hoo.. canggih juga. Selain praktis, juga mengurangi risiko antrian panjang. Saya dan Soleh masuk ke taksi Mercy mewah dan menikmati perjalanan kami ke Hotel Copthorne Tara, di Kensington. Tentu saja tidak perlu takut tersesat, karena taksi yang kami naiki dilengkapi GPS.
Supir taksi bertanya dari negara mana saya dan Soleh berasal. Ketika kami bilang bahwa kami dari Indonesia, supir taksi tersebut memuji Indonesia. “Indonesia has a nice wather. Warm.”, katanya. “Hmm.. maybe it’s not warm, 29°C is HOT”, ujar Soleh. Hahaha!
Perjalanan menuju hotel ternyata cukup jauh, kurang lebih 30 menit. Tidak terasa karena banyak pemandangan yang dilihat. Terutama bangunan-bangunan tua yang terawat. Bahkan, kata supir taksi, ada beberapa komplek perumahan yang bangunannya sudah berumur 200an tahun. Biasanya orang-orang kaya yang tinggal di sana. Interesting.
HOTEL COPTHORNE TARA

Lalu sampailah kami di Hotel Copthorne Tara. Hotel yang tidak begitu besar, tapi cukup strategis di dekat Underground (jalur kereta bawah tanah) dan jalan raya. Kami masih punya waktu sekitar 3 jam sebelum nanti berkumpul bersama partisipan lainnya untuk menonton penampilan One Night Only di Hexton.
Tidak sabar rasanya jalan kaki menyusuri jalanan di dekat hotel. Tujuan pertama adalah mencari kartu telepon, mencari Money Changer, lalu jalan-jalan sebentar di sepanjang jalan dekat hotel. Saya tidak sabar foto bersama kotak telepon merah yang menjadi ciri khas London. Entah apakah masih terpakai atau tidak, tapi kotak-kotak telepon itu sangat terawat, bersih dan rapih. 
Saya juga sempat ke Kensington Palace Park, entah benar atau tidak namanya, dan mengambil beberapa foto di sana. Taman ini sangat luas dan sepertinya terhubung dengan Hyde Park. Tapi niat untuk jalan-jalan ke Hyde Park perlu ditunda mengingat waktu yang sangat sempit. Kensington Park ini sebuah taman yang besar, tertata dengan rapih. Banyak sekali orang-orang yang bercengkrama di sana. Ada turis yang ramai-ramai datang bersama rombongannya, ada juga orang yang hanya sekedar berjalan-jalan bersama anjingnya, ada yang pacaran, ada yang menggelar tikar di rumput dan sambil makan roti.
Beberapa juga ada yang sibuk mengambil foto. Cuacanya cukup cerah dan tidak terlalu dingin. Sepertinya semua orang senang keluar rumah di saat-saat seperti sekarang ini. Memang pada saat perjalanan ke hotel supir taksi sempat bilang pada kami kalau suhu di London saat ini tidak sedingin tahun-tahun sebelumnya. Cuaca saat kami sampai di London juga sedang bagus, jadi pasti banyak orang yang keluar rumah.
Tidak terasa waktu cepat sekali berlalu. Akhirnya saya dan Soleh bergegas kembali ke hotel, bersiap-siap untuk pergi ke Hexton menonton One Night Only. Let’s Go!


HEXTON & ONE NIGHT ONLY
Pukul 5 sore, kami berkumpul di lobby hotel dan menuju Hexton Resto & Bar dengan bis yang sudah disediakan panitia. Sesampainya di sana, ternyata pertunjukan masih dimulai sekitar 1 jam lagi. Waduh, saya dan Soleh sudah lumayan kelaparan. Padahal makan malam masih nanti pukul 8. Akhirnya setelah sampai di Hexton, kami mencari-cari mini market untuk beli sandwich. Haha! Nggak enak deh kelaparan di negeri orang. Susahnya cari gorengan atau mie ayam tek-tek. Hahaha! Lalu kami mengantri (bersama kimcil-kimcil London) masuk ke Hexton dan menonton band lokal London, One Night Only.
Selain bar dan resto, ternyata ada ruangan yang memang untuk pertunjukan di dalam Hexton. Ruangannya tidak terlalu besar, mungkin mirip dengan Eastern Promise Kemang, tapi sedikit lebih kecil. Ajaibnya, tidak ada satu pun yang berada di tempat itu MEROKOK. Sehat dan nyaman. Nonton konser alternatif dengan udara bersih dan dingin AC. One Night Only naik ke atas panggung setelah sebelumnya ada sambutan dari pihak Coca-Cola. Nggak seperti di Indonesia, setiap pertunjukan musik pasti ada kuis dengan pertanyaan-pertanyaan bertujuan branding atau promo seperti : “Siapa yang bisa menyebutkan apa judul lagu One Night Only yang diciptakan untuk Coca-Cola?”, atau pertanyaan paling gampang sejagat, “Ayo siapa yang tahu band apa yang hendak tampil malam iniiiii??”… lalu yang menang diberi kaos atau merchandise lain dari sponsor. Hahaha!
Tanpa basa-basi, penyelenggara hanya mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan menyambut blogger-blogger yang datang dari penjuru dunia lalu.. “Mari kita sambut.. salah satu band terbaik dari London… ONE NIGHT ONLY”.


Jreng jreng… kimcil-kimcil London, yang sebagian dari mereka adalah perempuan, teriak jejeritan. Soundnya bagus, bandnya kompak dan solid, personilnya ganteng-ganteng, cukup memanjakan mata dan telinga meski saya tidak begitu tahu lagunya. Malah saya tahu dari follower twitter saya kalau vokalisnya One Night Only, George Craig, adalah pacarnya Emma Watson (a.k.a Hermione Granger di film Harry Potter). Pertunjukan berlangsung persis selama 1 jam. Lalu acara selesai tanpa ada MC penutup dan kuis-kuis seperti layaknya di Jakarta.
DINNER
Lalu kami kembali naik bis dan menuju restoran Soho. Akhirnya makan besar juga.. meski setelah dilihat menunya tetap tidak ada nasi. Akhirnya saya hanya makan scrambled egg dan buncis. Sedikit roti-rotian untuk karbohidrat dan kentang goreng. Lumayan lah, setidaknya cukup mengganjal perut hingga breakfast nanti.
Saat makan malam, saya dan Soleh satu meja dengan rombongan dari Mexico. Ya, saya bilang rombongan karena Meksiko mengirimkan 5 orang wakil dari negaranya. Wow! Saya langsung mengira-ngira, tentunya Coca-Cola Mexico memiliki pendapatan tinggi karena bisa mengirim 5 orang ke London. “Everybody drinks Coke in Meksiko. Watch television, eat nachos, drink Coke.. that’s the Mexican!”, kata seorang blogger musik Mexico bernama Andrez.
Setelah ngobrol-ngobrol panjang, lalu kami semua kembali ke hotel. Oh oh.. saya lelah tiada tara dan langsung terlelap di kamar yang super nyaman.
(bersambung)
One thought on “London Calling : Day 1 (Arrival , Hexton, One Night Only)”
woaaaa, ucu, love your writing! cepat ditulis sambungan ceritanya!