Minggu, 20 Maret 2011 JAKARTA Yes, saya ke London untuk acara Coca-Cola 24 Hours with Maroon 5 (baca blog “London Calling“). Minggu siang adalah meeting terakhir bersama Coca-Cola dan Travel Multi Holiday di FX. Agenda meeting adalah menentukan hari dan jam untuk reportase “live streaming” oleh saya dan Soleh Solihun langsung dari London yang dilakukan saat launching website www.coca-cola.co.id . Setelah meeting selesai, saya dan Soleh dibekali iPhone4 (yang dipegang oleh Soleh) dan sejumlah uang untuk bersenang-senang. Cihui! Ini adalah kali pertama saya keluar negeri yang membutuhkan kepengurusan visa. Sekalinya dapet visanya berlaku sampai 180 hari. Whoa! Saya sudah packing dan berencana setelah meeting langsung menuju bandara bersama suami tercinta. Sebenarnya pihak travel sudah menyediakan transportasi dari FX menuju bandara[…]
Mungkin untuk earFriends yang hadir tadi malam di event Langit Musik yang menyimak lagu ini dari awal hingga akhir, dan mungkin di barisan depan, menyadari bahwa terjadi sesuatu antara saya dan Rhesa… saat bermain lagu ini.. When You Love Someone. Entah apakah bisa terulang atau tidak.. sebuah energi dan keajaiban panggung yang luar biasa. Saya ingin flashback ke saat-saat sebelum manggung, supaya teman-teman bisa mengerti situasinya.
Yes.. ini judul lagu The Clash yang menjadi topik cerita saya hari ini. Saya akan pergi ke London… sebenarnya bukan itu yang spesial.. yang spesial adalah pergi ke London untuk bertemu Maroon 5!!!!! O___o Saya masih ingat detik-detik saat menerima telpon dari teman saya, Hanny Kusumawati a.k.a @beradadisini hampir sebulan yang lalu. Tiba-tiba Hanny menelpon dan bilang bahwa saya adalah kandidat untuk hadir di acara Coca-Cola : Maroon 5 24 Hours Session tanggal 21-23 Maret! Inti acaranya adalah menghadiri meet n greet bersama Maroon 5, lalu mengikuti proses Maroon 5 membuat lagu untuk Coca-Cola dan saya harus live report (cieeeh.. ) via akun twitter saya @endah (langsung follow gaaaan!!!) . Dan dari Indonesia (dan beberapa negara lainnya) hanya dikirim masing-masing[…]
Tahun 2008, saya dan Rhesa pernah memproduseri sebuah album musikalisasi puisi berjudul “Angin pun Berbisik”. Album ini dirilis sebelum album pertama kami, “Nowhere to Go”, beredar di pasaran. Berangkat dari ide Bp. Irwan Dwi Kustanto, seorang tuna netra yang menjabat sebagai Wakil Direktur Yayasan Mitra Netra, yang meminta kami untuk memproduksi musik dari buku antalogi “Angin pun Berbisik”. Buku ini sendiri adalah kumpulan puisi yang ditulis oleh Pak Irwan beserta istri dan anaknya. Yayasan Mitra Netra adalah sebuah organisasi non-profit yang bergerak dibidang penelitian, pengembangan dan pendidikan (keterampilan/ akademis) bagi tuna netra. Saya dan Rhesa sudah lama bersahabat dengan teman-teman dari YMN berkat seorang penulis dan juga aktivis sosial, Mas Rudy Gunawan VHR Media. Proses produksi ini hanya memakan waktu[…]