1 Desember 2010,

Yes, ini adalah hari AIDS sedunia… entah kenapa saya ingin menulis hal ini.. mungkin karena sempat penasaran bahwa dulu waktu SD saya membaca berita bahwa salah satu vokalis berpengaruh di dunia, Freddy Mercury, meninggal dunia pada tahun 1991 karena penyakit ini. Hmm.. sebenarnya karena terjadi kerusakan kronis pada paru-paru. AIDS sendiri adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sebuah penyakit/ gejala dimana sistem kekebalan tubuh yang menurun.. Virusnya disebut HIV.

freddymercurySaya akan menceritakan bagaimana pola pikir saya bisa berkembang ketika mendengar atau mengetahui mengenai informasi penyakit ini. Kalau saya lahir tahun 1983, berarti saya berusia 8 tahun ketika mengetahui berita ini. Alm. mama saya dulu suka dengan beberapa lagu Queen. Saya pun diberitahu oleh mama saya bahwa mengenai meninggalnya Freddy Mercury meninggal saat itu. Karena saya sejak kecil suka baca, akhirnya saya menemukan artikel mengenai Freddy Mercury dan AIDS entah di Majalah Tempo atau di Harian Kompas. Saya tidak terlalu ingat secara keseluruhan.. tapi saya ingat foto yang dimuat adalah foto Freddy Mercury sedang bermain piano upright di foto secara dekat.

Kesan saya… seorang anak usia 8 tahun saat itu… “Oh ya? Ini kan yang nyanyi I Want to Break Free itu?”, saya ingat kalau pernah punya video BASF Queen (yang baru saya sadari sekarang ini bahwa itu video bajakan versi tahun ’90-an). “Kenapa bisa meninggal? Memangnya ada penyakit yang tidak ada obatnya?”…. dan seketika itu juga penyakit AIDS menjadi momok besar untuk saya.. ya, anak kecil usia 8 tahun. Saya pun sedikit terkejut karena Magic Johnson, seorang atlit basket saat itu, juga terinfeksi virus HIV. Ya.. awal tahun ’90-an jaman SD kan sering lihat teman-teman laki-laki tukeran kartu basket. Nah, disitulah saya tahu Magic Johnson.200px-Magic_Lipofsky

Ketika beranjak remaja, tahun awal di SMP.. saya sempat berpandangan bahwa yang terkena AIDS atau pun yang membawa virus AIDS pasti orang-orang yang nggak bener.. seperti pelacur atau pelaku sodomi (Maaf, mengingat saat itu beredar kasus ROBOT GEDEK). Mereka tidak perlu dapat simpati. ya, namanya juga anak kecil.. masih sangat lugu. Hingga akhirnya saya berdiskusi dengan mama saya, ya, ketika itu saya masih SMP. Ternyata virus HIV itu seperti virus lainnya. Hanya saja dia menyerang kekebalan tubuh. Misalnya virus flu yang menyebar lewat udara, virus HIV menular lewat darah, air mani, cairan vagina, atau air susu ibu. Dan seketika itu saya tersadar… “Ma, berarti kalau ada orang sakit yang butuh transfusi darah, tapi ternyata darahnya ada virusnya berarti bisa kena?”. Mama saya mengangguk.. “Berarti kalau ibunya terkena virus HIV, anak yang lagi nyusu sama ibu itu juga bisa kena HIV?”. Lagi-lagi mama saya mengangguk… itulah awal saya bersimpati pada para pengidap HIV.. kenyataan bahwa tidak ada satu orang pun yang menginginkan dirinya terinfeksi HIV.

Pemikiran lugu tersebut semakin berkembang ketika di sekolah menengah cukup banyak penyuluhan tentang AIDS. Saya ingat, waktu SMP, beredar rumor bahwa kita harus hati-hati saat berada di keramaian orang. Rumornya, suka ada kejadian orang yang tiba-tiba tertusuk benda tajam yang akhirnya disinyalir bahwa dia tertusuk jarum suntik yang terkena virus HIV. Saya, yang beranjak remaja, jadi tahu informasi bahwa HIV ternyata bisa menular lewat jarum suntik.

Setelah SMA, saya membaca banyak kisah-kisah menyentuh, juga terutama konsultasi psikologi di surat kabar.. kalau ada pengidap HIV yang dikucilkan di masyarakat. Syukurlah artikel-artikel atau kolom-kolom konsultasi itu bagus sekali untuk dibaca. Mereka memberi dukungan, bahkan membuka wawasan saya bahwa pasien/pengidap HIV jangan dimusuhi atau dijauhi. Mereka butuh support, mereka butuh dukungan. Jauhi penyakitnya saja. Dan pikiran saya pun jadi terbuka…

Saya suka melihat ada artikel mengenai mereka yang sedang berjuang mengatasi penyakit mereka tapi masih bisa/ punya waktu untuk memikirkan orang lain.. seperti Magic Johnson yang menjalankan banyak penyuluhan AIDS untuk generasi muda.. dan saya yakin.. masih banyak orang di luar sana yang memiliki semangat yang sama.

aids-ribbon

Simpati saya untuk seluruh penderita AIDS di dunia. Mari kita jauhi penyakitnya, bukan orangnya.. 🙂

sincerely,

Endah

3 thoughts on “Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya…

  1. agan says:

    wah bagus nih mbak…
    salam ya mbak buat mas rhesa nya saya pgn jadi bassis gara2 dia..^^

  2. siboii says:

    kl gak narkoba gara2 ini publicfigur yg mantep bisa ilang…sunguh tragis memang kenyataan ini

    http://www.palletindonesia.co.id

  3. sigit says:

    100% mendukung.!
    hihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*