Kesan Pribadi Hadir di HUT Net TV
“Congratulation Net TV karena telah berhasil membuat standar award dan pertunjukan musik yang ideal di Indonesia!”.
Berikut adalah kalimat yang saya ungkapkan di awal tulisan ini, mengingat megahnya pesta ulang tahun Net TV sekaligus penganugerahan Indonesian Choice Awards 2014 yang diselenggarakan di Mata Elang Indoor Stadium Ancol.
Endah N Rhesa mendapatkan nominasi sebagai Group/ Duo Of The Year bersama Maliq & D’ Essential, Superman Is Dead, Nidji, dan RAN. Dan pemenang voting twitter dan Facebook adalah Superman Is Dead, yang mendedikasikan piala malam itu untuk gerakan #MenolakLupa ! Dan memang itu yang harus kita ingat… karena sebentar lagi perhelatan PEMILU Presiden-Wakil Presiden akan dimulai.
Saya dan Rhesa sangat bangga hadir di acara award ini, tanpa bermaksud mengesampingkan acara award yang lain. Tapi, acara malam tadi benar-benar memberikan angin segar bagi seni pertunjukan dan penyiaran Indonesia. Biasanya kalau ada acara mewah dan megah seperti ini maka akan ada pemikiran : “Wajar lah, duitnya juga kenceng tuh!”. Tapi menurut saya, duit yang banyak tidak akan bisa memberikan sesuatu yang maksimal jika tidak ada tujuan serta misi visi yang jelas. Di acara ini terlihat jelas bahwa semua aspek sangat dipikirkan. Lighting, pengisi acara, kostum, koreografi, konsep pertunjukan, desain panggung, bahkan dari jamuan makanan, lokasi tempat duduk, dan ON TIME! Ini bukan permasalahan uang-yang-banyak, tapi mengenai totalitas, kreatifitas, disiplin, dan.. jaminan KUALITAS! Bahwa ada misi dan visi acara ini yang harus sampai ke orang lain.
Saya, sebagai musisi yang hadir di acara tersebut, merasa banyak mendapat experience. Saya merasa terhibur dengan jamuan visual di panggung, melihat musisi yang benar-benar bisa bernyanyi, aransemen musik yang keren, memberi dukungan untuk teman-teman yang menerima piala. Dan kalau melihat twitter teman-teman musisi yang tampil, mereka sudah mempersiapkan pertunjukan sejak H-2. Mungkin sudah tidak ada lagi soundcheck di hari H sehingga saat kami tiba di hall pertunjukan kami sudah diliputi rasa penasaran. Iya dong, kalau masih soundcheck mah ya sudah ketahuan ‘kan tampilnya kayak gimana nantinya. Hehe.
Bayangkan… saat kamu duduk di tengah-tengah para artis besar Indonesia, kamu mendengarkan kata sambutan dari Wishnutama dengan efek suara seakan-akan memakai HT (atau memang pakai HT). Dia mengatakan kalau dia sendiri yang memimpin produksi acara ini.. “Audio Stand By!”, seketika itu sound system ruangan menggetarkan arena pertunjukan. Semacam kalau kamu duduk di bioskop ada Dolby atau THX muncul.. nah model-model begitulah. Tapi yang ini tentu aja lain. “Lighting Stand By!”, dan kemudian tata lampu yang luar biasa menyala dan memukau hadirin dan hadirot. Itu pukul 18:59 WIB. Tepat 1 menit sebelum pertunjukan di mulai.. dan pukul 19:00 WIB pertunjukan dan on air dimulai TEPAT WAKTU! AKUUU TERHARUUU!!!! TEPAT WAKTU NEEEKK! KAGAK ADA TUUH MUNDUR 15 MENIT KARENA ARTIS BELUM SELESAI DANDAN ATAU BROADCAST BELUM READY ATAU IKLAN BELUM KELAR DIPUTERRR!! ON TIME YA ALLAH AKU TERHARU! #edisilebay #janganjadikanngaretmenjadikebiasaan
Oke, lanjut..
Saya tetap tidak bisa menghilangkan kesan saya saat melihat Iwan Fals, yang tiba-tiba di awal acara, sudah hadir di bibir panggung. Karena lighting panggung masih gelap jadi saya ga sadar kalau itu Iwan Fals. Ga bawa gitar juga soalnya. Pangling. Dan kemudian lighting menyala dan terdengar intro lagu Bento. Ah! Iwan Fals memakai jas. Melihat dia berdiri di sana dengan hanya menggenggam microphone. Dia tidak bisa berdansa… tidak ada koreografi. Plain… hanya Iwan Fals seorang diri! Dan itu membuat saya terpukau! Kekuatan lagu, lirik, ritem, dan sosok yang berkarisma mengingatkan saya bahwa Iwan Fals adalah sosok yang tidak tergantikan. Buat saya… dia adalah presiden saya!
Yang juga saya tidak bisa lupa adalah pertunjukan dari Gamarjobat dari Jepang. Aksi komedi teaterikal yang keren. Tekniknya, tempo adegannya, kesederhanaan humornya, menembus batas bahasa.. bahwa komedi bisa dinikmati siapa saja. Outstanding performance. Kemudian Far East Movement, Ne-Yo, Raisa, Tulus, Gigi, dan teman-teman yang lain. Membuat saya merasa bangga bisa hadir di acara seperti ini.
Untuk acara yang pertama ini pasti juga ada kekurangannya, meskipun bagi saya menjadi tidak terlalu penting karena lebih banyak kerennya. Untuk masalah tempat duduk. Mungkin perlu diberikan papan penunjuk arah di lokasi duduk seperti SEAT NOMINASI, SEAT LABEL, SEAT SPONSOR, SEAT UNDANGAN, SEAT MEDIA, jadi lebih spesifik daripada VVIP atau VIP. Akan lebih baik juga kalau memang map sudah ready bisa di email ke para undangan. Karena ketika acara berlangsung dan ruangan gelap jadi sedikit sulit mencari tempat duduk. Itu untuk mereka yang terlambat hadir yah. Kalau saya mah tadi malem datang on time dong. Hehe. #MaklumPasGaAdaJob #YukSiapaMauKasih ? :p
Dan catatan mengenai sound system yang entah kenapa sepertinya makin malam makin keras. Atau bisa juga karena saya menua. If it’s too loud, you’re too old! Hahaha! Tapi karena keras dan mungkin pengaruh pantulan ruangan, telinga saya sudah cukup lelah hinggal maksimal 3 jam pertunjukan. Pukul 23:10 WIB saya keluar ruangan. Bukan karena bosan atau tidak terhibur, bukan itu.. tapi karena lelah, jadi perlu refreshing sedikit. Entah perlu dipertimbangkan atau tidak, tapi sepertinya di tahun-tahun mendatang apabila dilakukan maskimal 3 jam sepertinya cukup. Karena memang kemampuan batas telinga manusia untuk menerima desibel suara seperti tadi malam dengan intensitas terus menerus memang efektif 2,5 jam- 3 jam saja. Kalau lebih dari itu kemampuan pendengaran tidak akan maksimal dan lelah. Itu yang saya tahu dari tulisan buku sound engineer Agus Hardiman yah. Hehe.
Hmm.. anyway… makanan yang disajikan itu enak-enak sekali lho.. dan merasa dihargai karena di area ruang prasmanan makan malam ada meja-meja serta kursi-kursi mungil yang di reserved untuk para penerima nominasi. Ah! Jadi merasa dihargai… Apalagi yang diharapkan musisi selain merasa dihargai? Bukan.. bukan sekedar menerima piala.. tapi dihargai karena disediakan tempat duduk, penyelenggaranya tahu nama kami dan menjamu dengan baik, tidak ada kesalahan penulisan nama, hal-hal yang terlihat sepele tapi itulah yang membahagiakan kami.
Sekali lagi… Happy Birthday, Net TV! Semoga selalu memberikan tayangan yang berkualitas. Seperti kata Wishnutama sendiri, “Kami menghadirkan tayangan-tayangan yang berkualitas, tidak melulu berdasarkan rating.”. Saya tulis kembali di blog ini untuk menjadi bukti dan harapan agar Net selalu konsisten dengan pernyataan ini. Janjiii yaaaa Net!!! 🙂
sincerely,
Endah
ps : sorry ga ada foto, tadi malam sampai lupa motret karena terlalu terpana sama pertunjukannya. Hahaha!
One thought on “Kesan Pribadi Hadir di HUT Net TV”
Dear Mbak Endah,
I love ur writing mbak hihi
saya disini bukan siapa2 mbak, cuman bocah pengisap jempol yg cuman bisa nikmatin seni.
Jujur saya bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bisa ikutan berdiri di depan stage Award ter-epic di Indo
skg tgl 22 Mei, 4 hari setelah ultah NET tapi sampe skg belum bisa lupa… megah panggung di MEIS, detakan Beatnya,
dan Countdown ala NET sebelum on air itu… a… Klimaks xD