Me and Chicha
Chicha, kucing betina pincang nan judes saya temukan di pojokan rumah, kedinginan karena terjebak hujan sekitar 3 tahun lalu. Kaki belakangnya pincang sepertinya pernah ketabrak kendaran, keadaannya kurus dan tidak sehat. Akhirnya, karena iba, saya rawat ia sampai sekarang.

Pernah ada kejadian, tiba-tiba Chicha berhenti mengeong, terlihat lemas dan ada darah tak segar tercecer di beberapa tempat. Ketika saya bawa ke dokter hewan di Pamulang, saya terkejut saat mengetahui bahwa ia harus operasi karena ada bayi yang membusuk di rahimnya. “Untung segera dibawa ke sini, Mbak. Kalau terlambat beberapa hari, dia sudah keracunan janinnya sendiri.”, kata Pak Dokter Made. “Tenang saja, Mbak. Kucingnya kuat. Tetapi dia harus disterilkan karena dengan kondisi kakinya seperti ini tidak akan bisa mengejang untuk melahirkan bayi-bayinya nanti.”, lanjutnya. Saya menangis sejadi-jadinya. Kasihan kucingku ini sudah kesakitan sekian lama.

Sekarang, ia sehat walafiat, cantik dan mempesona. Dia bebas bercinta dengan siapa saja tanpa khawatir nanti ada bayi membusuk di rahimnya. Kebayang kan musim kawin begini ramenya kayak apa saat doi diapelin pacar-pacarnya. Chicha, kamu memang idola Jalan Rasamala.
Love,
Endah
foto oleh Yehezkiel Nurhadi
4 thoughts on “Me and Chicha”
misi admin …. saya mau tanya di earhouse ada lowongan part time gak ya?
trmksh
Salam untuk Chicha, kalau cari cowok jangan di gang-gang ya ?
Hahaha!
Boleh langsung ke earhouse, janji temu dengan Manajernya, Shandy Ernawan ya. 🙂