Ode to Gugun (Blues Shelter)
Saya mengenal Gugun kira-kira tahun ’99-an lewat sebuah mailing list gitar. Ketika komunitas mailing list ini membuat sebuah pertemuan kecil di bilangan Otista, itulah kali pertama saya berkenalan dan bertatap muka dengan Gugun. Sudah sejak dulu, Gugun konsisten dan mengasah permainannya di jalur blues. Dan pada saat itulah saya (dan semua orang di komunitas tersebut) tercengang melihatnya bermain. Saya masih ingat Gugun mencoba gitar Fender Strat warna kuning dan sejumlah efek yang disediakan. Dia pun sempat membagi ilmunya dengan memberi klinik bagaimana memainkan efek Wah.
Sejak saat itu, saya seringkali bertemu dirinya. Di acara Blues Night TVRI awal tahun 2000-an, pameran alat musik dan panggung-panggung blues. Kadang saya bermain di panggung yang sama, kadang saya hanya menonton. Memang Gugun bukan sosok seorang yang suka basa-basi. Sedikit bicara namun jujur apa adanya. Awalnya, saya pikir dia sombong karena pembawaannya yang demikian. Pelit komentar, jarang memuji. Dan saya pun jadi segan untuk mengobrol. Takut! Hehehe. Beberapa tahun kemudian, saya kembali memburu Gugun di BB’s, dan kembali terpana. Selalu beringsut pulang sebelum dipanggil ke panggung untuk jamming. Ah, saya malu! Permainan Gugun semakin matang dan terlihat semakin berkembang.
Kemudian, saya kembali mendapat kabar bahwa Gugun hendak tampil di Warung Apresiasi Bulungan. Yes, saya hadir bersama Rhesa dan membeli album perdananya. Saat itu, belum Gugun Blues Shelter. Saya mencoba menegur. Kali ini mencoba mengakrabkan diri, meskipun saya masih segan. Saya sudah bersama Rhesa dan sedang membangun duo kami namun belum memiliki album. Saya tanya-tanya padanya mengenai bagaimana meningkatkan permainan ritem gitar. Tiba-tiba dia bertanya, “Kamu pakai pick apa?”. Saya tidak siap dengan pertanyaan tersebut. Dan saya tanya balik, “Apa pengaruhnya?”. Lalu dia tersenyum. “Pick itu penting banget. Kadang ada bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh pick dan bisa membantu ritem kita”. (catt: pick adalah alat menyerupai kuku yang dipakai gitaris untuk memainkan gitar). Dan sepulangnya dari Warung Apresiasi, saya berdiskusi dengan Rhesa dan mulai mencari pick apa yang cocok buat saya.
Lama tidak mengikuti Gugun karena saya dan Rhesa sibuk berproses membuat album Nowhere to Go. Tapi saya tahu, Gugun sudah menjadi lebih besar dari sebelumnya. Apalagi setelah dia bertemu Jono dan Bowie dan mengubah namanya dari Gugun & The Blues Bug menjadi Gugun Blues Shelter. Kami pun tahu sepak terjang Gugun Blues Shelter dalam turnya di Eropa. Lalu kami kembali memburunya di INABLUES Festival tahun 2009. Gugun Blues Shelter tampil di panggung utama. Dan 3/4 ruangan penuh dengan banyaknya penonton “bule”. Saya dan Rhesa tercengang. Betapa karismatik dan kerennya penampilan mereka.
Beberapa minggu setelah INABLUES, kami bertemu di panggung yang sama. PL FAIR Fire Fighters. Gugun Blues Shelter tampil sebelum Endah N Rhesa. Penampilan mereka sangat menggetarkan dan powerful serta menghibur. Gugun tidak hanya bermain gitar, tapi dia menceritakan semua perjalanan hidupnya melalui musik yang ia mainkan. Yes, kami fans berat Gugun Blues Shelter.
Kemudian kami mengundang Gugun Blues Shelter untuk hadir dipernikahan kami berdua. Secara mengejutkan, mereka datang dengan formasi lengkap dan membawa serta keluarganya. Kami sangat terkejut dan merasa senang. Kami tidak pernah secara langsung berhubungan sejak di Warung Apresiasi. Kami hanya mengamati dari kejauhan dan mengukuhkan diri menjadi fans. Hingga akhirnya mereka hadir dan juga memainkan satu lagu di panggung Rolling Stone Live Venue sebagai hadiah pernikahan buat kami.
Sejak saat itu, hubungan kami dengan Gugun Blues Shelter sangat erat. Bahkan mereka sempat mampir ke Loca, tempat kami bermain reguler di Kemang, dan ikut bermain bersama. Kami pun tahu masalah antara mereka dengan labelnya. Tanpa bermaksud memihak, namun kami secara tulus memahami dan empati terhadap perjalanan hidup mereka. Terutama seorang Gugun. Saya pribadi tahu ceritanya bagaimana dia berjuang untuk hidup sebagai musisi di Jakarta, perjuangannya membuat album, kisah oerjalanannya dari cafe-to-cafe, hingga akhirnya seperti sekarang (mendapat tawaran label Amerika!!! whoa!!). Bukan karir yang instan, namun karir yang dia bangun pelan-pelan dengan cermat dan penuh perhitungan.
Tentu saja, sebuah kenangan yang tidak akan kami lupakan adalah tawaran Gugun Blues Shelter untuk bermain bersama di panggung Java Jazz on The Move di Universitas Bina Nusantara tahun 2010. Bahkan Bowie dan Jono sempat datang ke rumah kami di Pamulang untuk berlatih bersama secara akustikan. Saya pun mengenal mereka lebih dekat lagi. Gugun, Jono, Bowie adalah pribadi yang menyenangkan. Mereka benar-benar tulus mendedikasikan diri mereka untuk musik dan berhasil hidup dari musik. Saya pun melihat betapa besar cinta yang mereka miliki dari keluarga mereka. Keberhasilan mereka saat ini juga karena kehadiran orang-orang yang mereka cintai dan mendukung segenap perjuangan mereka di musik.

Saya dan Rhesa belajar banyak dari Gugun Blues Shelter. Belajar secara musikal, ketulusan bermain, leadership, musicianship, dan belajar untuk tetap berjuang serta bertahan dari beratnya ujian hidup untuk terus berkarya! Terima kasih Gugun Blues Shelter!
Sincerely,
Endah N Rhesa
follow twitter : @blues_shelter
9 thoughts on “Ode to Gugun (Blues Shelter)”
wooooow!!!
satu alasan saya nonton java jazz 2010 (sebenernya alasan java jazz sebelum2nya juga) adalah nonton endah n rhesa!! ditambah lagi ada gugun (pertama kali liat di blues night TVRI 2005). eheh ternyata endah n rhesa temenan sama gugun…SALUT!!!!!
terima kasih ya.. yes.. selain berteman, kami juga fans berat Gugun Blues Shelter. 🙂
saya suka bgt endah n resha sama gugun blues shelter..
all about blues saya suka bgt!!!
suatu saat nanti saya akan manggung brg ama kalian!
itu cita2 saya!
waw,,, keren! gw suka sama endahresa, bela2in nyari cdnya,,apalagi maen sama gugun..
jayalah musik Indonesia!
@lele .. cant wait!!! 🙂
@Dian ,, terima kasih yaaa! *hugs*
i love u both!!
🙂 🙂 🙂
itu foto yang di java jazz, sayang bgt, saya telat datang ke stage, padahal uda rencanain mau nonton endahresha…sukses trus buat endah & resha…
wiw…ternyata endah n rhesa temen deket sekaligus fans gugun and blues shelter..
saya juga salut banget ma gugun, memulai karir dari cafe2 sampai akhirnya seperti sekarang ini 🙂
endah n rhesa harus nyusul gbs juga ya goo international 🙂
*pada saat nulis comment ini saya lagi dengerin turn it on nya gbs 😀