Saya mengenal Gugun kira-kira tahun ’99-an lewat sebuah mailing list gitar. Ketika komunitas mailing list ini membuat sebuah pertemuan kecil di bilangan Otista, itulah kali pertama saya berkenalan dan bertatap muka dengan Gugun. Sudah sejak dulu, Gugun konsisten dan mengasah permainannya di jalur blues. Dan pada saat itulah saya (dan semua orang di komunitas tersebut) tercengang melihatnya bermain. Saya masih ingat Gugun mencoba gitar Fender Strat warna kuning dan sejumlah efek yang disediakan. Dia pun sempat membagi ilmunya dengan memberi klinik bagaimana memainkan efek Wah.

Sebenarnya sudah sejak enam bulan yang lalu kami “gatel” ingin memulai produksi album kami yang kedua. Namun banyaknya kegiatan, terutama mempersiapkan acara pernikahan kami, jadi ide-ide harus ditampung terlebih dahulu sebelum direalisasikan. Perjalanan kami sepanjang merilis labum Nowhere to Go sangatlah luar biasa. Kami banyak bertemu teman-teman baru dan melakukan pertunjukan di berbagai tempat. Hal tersebut membuat kami termotivasi dan terinspirasi untuk membuat karya-karya baru. Banyak orang yang berpesan pada kami…”Hey, Endah N Rhesa! Kalian keren.. bikin lagu lagi yang mirip When You Love Someone ya! Aku suka lagu itu”.

Yess… akhirnya bulan Februari ini kami mulai produksi untuk album kedua. Semua kegiatan rekaman ditargetkan akan selesai akhir bulan Maret. Ada perbedaan mengenai proses pembuatan album pertama dan kedua ini. Selain beberapa perlengkapan yang “upgrade”, cara menciptakan musiknya jauh lebih menyenangkan, adil dan merata. Maksudnya adalah porsi andil antara saya dan Rhesa dalam menciptakan lagu, musik dan lirik adalah 50-50. Yeah, setelah menikah, kami memiliki banyak waktu bersama sehingga tidak ada lagi “pe-er” yang dikerjakan di rumah  masing-masing.