Rabu, 23 Maret 2011 Kembali saya terbangun pagi-pagi. Saya ingin ke Abbey Road! Nggak lengkap deh seorang musisi yang jalan-jalan ke London kalau nggak ke sana! Hahaha! Jam 5.30 pagi saya sudah di sms Soleh. Ternyata dia pun ingin ke tempat yang sama. Segera saya bersiap-siap dan langsung jalan menuju Abbey Road bersama Soleh. Kali ini tidak sarapan supaya menghemat waktu. Huhu.. dinginnya… saya tidak pakai jaket hanya pakai kaos, sweater dan syal. Anehnya, meski tangan membeku tapi badan tetap terasa hangat. Nggak masuk angin pula.

Ini adalah BAGIAN YANG MENGECEWAKAN… Sebenarnya saya dan Soleh dijadwalkan untuk mewawancara Maroon 5 pada pukul 1 pagi waktu London bareng beberapa blogger Meksiko dan media. Supaya tidak menunggu lama, pada pukul 8 malam kami kembali dulu ke hotel dengan bis untuk bersitirahat. Lalu balik lagi ke London Studio pada pukul 11 malam. Panitia menyediakan bis yang bolak-balik rute London Studio dan hotel tempat kami menginap setiap 1 jam sekali. Namun saat kembali ke hotel, saya tercekat.. aduh, charger iPhone saya tertinggal. Gawat nih.. iPhone-nya kan punya Rhesa. Kalau sampai hilang chargernya dia pasti kecewa sekali. Saya segera menunggu bis dan kembali ke London Studio.

Selasa, 22 Maret 2011 Pagi-pagi saya terbangun pukul 5.30. Oh oh. Ini seperti mimpi, saya ada di London. Lalu saya bergegas mandi dan menelpon Soleh untuk jalan-jalan. Kapan lagi bisa melakukan ini? Jadwal dari Coca-Cola sudah sangat padat, sebisa mungkin kami mencuri waktu untuk pergi ke tempat yang kami sukai.

Senin, 21 Maret 2011 Setelah sampai di Heathrow, saya dan Soleh dijemput oleh supir taksi yang sudah disewa oleh Coca-Cola. Lalu kami berjalan bersama menuju parkiran. Wow.. ternyata di London semua orang berjalan dengan sangat cepat. Mungkin lebih tepatnya setengah berlari. Semua seperti terburu-buru. Padahal saya lagi ingin santai.. Bahkan teman saya, Londoner, bilang kalau standar berjalan di London memang seperti itu. Makanya ketika ke Indonesia mereka selalu sebal karena orang Indonesia berjalan sangaaat lambat… Hahaha! Menurut saya sih karena udara di sana sangat dingin, jadi bergerak (secara terus menerus/ cepat) adalah salah satu cara untuk menghangatkan tubuh. Sedangkan di Indonesia, di sini… kita sangat menikmati hidup. Hahaha! I love my country! 😀