Minggu, 8 Januari 2017, Endah N Rhesa tampil di Griya Santrian Sanur, Bali, di acara Mostly Jazz yang diselenggarakan oleh Mas Indra Lesmana. Mostly Jazz sebenarnya acara yang dihelat Mas Indra sejak beliau masih bermukim di Jakarta. Sejak sekitar 2 tahun saat beliau memutuskan tinggal di Bali, maka Mostly Jazz pun diusung ke Griya Santrian, sebuah resort yang terletak di pinggir pantai Sanur.

dscf5926

Sebenarnya sudah sejak awal tahun 2016 Endah N Rhesa berusaha mencocokkan jadwal untuk bisa tampil di Mostly Jazz, dan akhirnya kesempatan itu datang di awal tahun 2017. Ya, sebuah awal yang baik untuk memulai show di tahun baru. Yang lebih menyenangkan (dan sekaligus menegangkan) adalah Endah N Rhesa tidak hanya tampil berdua saja, tapi juga berkolaborasi dengan Indra Lesmana Keytar Trio (Sandy Winarta – drum, Indra Gupta – contrabass) memainkan 4 lagu kami. Whoa!

dscf5911

Saya, Rhesa bersama Rendi (manajer, sound engineer) dan Wahyu (teknisi) tiba tanggal 8 tepat saat makan siang di Griya Santrian Sanur. Kami sempat beristirahat sekitar 1 jam sembari menunggu kehadiran Mas Indra yang juga baru tiba usai show Krakatau di Malang dan Surabaya. Sore hari, sekitar pukul 3, suasana tepi pantai Sanur sungguh sejuk ditambah kehadiran sahabat kami, Guswib (yang juga kami dapuk untuk memotret momen Mostly Jazz), Toblow, dan Zio, dari Dialog Dini Hari. Kami mengobrol dan melepas kangen bersama. Tidak berapa lama kemudian, datanglah Sachiko (perempuan Jepang yang selalu hadir mendokumetasikan video Mostly Jazz) dan Mas Indra hadir menyapa, bercengkrama, kemudian setting peralatan.

dscf6021

Sembari melakukan sound check, Endah N Rhesa dan Indra Lesmana Keytar Trio langsung latihan 4 lagu kami yaitu Spacybilly, Melupakanmu, Before You Sleep, dan Wish You Were Here untuk dimainkan malam harinya. Sungguh sebuah latihan yang super cepat. Karena lagu tersebut sudah kami diskusikan sebelumnya bersama lewat chat messenger, jadinya semua orang sudah memahami struktur dan mood lagu-lagunya.

dscf6266Latihan berjalan dengan baik dan mood pun tertata dengan apik. Saya menikmati keajaiban-keajaiban yang dihadirkan Indra Lesmana Keytar Trio (ILKT) melalui lagu-lagu kami. Latar belakang musisi dan musik yang mereka usung tidak akan bisa luntur meskipun memainkan lagu-lagu kami yang ke pop-folk-an. Improvisasi, bunyi ritem yang diusung Sandy Winarta, bunyi contrabass, membuat lagu-lagu kami terasa berbeda dan bernapaskan jazz.. hey it’s something fresh!

Usai sound check, kami memiliki waktu 2 jam untuk bersiap hingga pukul 7 untuk makan malam dan tampil setelahnya. Zio juga pamit karena hendak menghadiri sebuah acara keluarga. Saya menuju penginapan kami di Griya Santriyan yang sangat nyaman tepat berhadapan dengan kolam renang. Inginnya berendam, tetapi nampaknya waktu tak memungkinkan. Saya bergegas berdandan dan kemudian makan malam bersama. Cukup bahagia karena berjumpa Mba Hon (istri Mas Indra) dan juga Pongki Barata beserta istri dan adik iparnya. Cerita demi cerita mengalir, juga menurunkan tingkat ketegangan saya untuk tampil malam itu. Ini sungguh menyenangkan.

dscf6275

Singkat cerita, pertunjukan di Mostly Jazz memiliki 2 sesi. Sesi pertama ILKT memainkan 3 lagu dan kemudian Endah N Rhesa tampil sekitar 30 menit. Sesi kedua berlangsung dengan urutan yang hampir sama hanya saja ditutup dengan penampilan kolaborasi Endah N Rhesa bersama ILKT memainkan 4 lagu yang sudah dilatih saat sore harinya. Seru sekali mendengarkan betapa lagu kami memiliki warna yang berbeda saat dimainkan bersama ILKT. Mas Indra juga leluasa bermain instrumen piano dan melodica bergantian. Mengingat bermain jazz adalah sebuah spontanitas dan improvisasi, tentu saja ada perubahan atau tambahan porsi solo saat pertunjukan berlangsung. Kuncinya adalah memahami form dan komunikasi. Uhuk! meskipun aku sempat melakukan kesalahan form di lagu Spacybilly akibat lalai mengingat form tetapi toh tidak menghalangi kesenangan kami bermain bersama.

img_8683

Malam yang sungguh menyenangkan. Bahkan hadir teman lama kami, Anggi,  menonton bersama keluarga besarnya yang kebetulan sedang berlibur di Griya Santrian. Cukup mengejutkan pula kehadiran Mas Dadang (Dialog Dini Hari) yang menyempatkan hadir di tengah ke-jetlag-annya setelah pulang dari Slovakia bersama keluarga kecilnya. Setelah usai bermain, dengan respon penonton yang cukup baik, kami mengobrol singkat baik bersama ILKT maupun teman-teman yang hadir. Kemudian kami menuju kamar dan beristirahat.

img_9088

Keesokan harinya sebelum menuju bandara untuk pulang ke Jakarta, kami diundang untuk makan siang di rumah Mas Indra yang letaknya tidak jauh dari Griya Santrian. Menu makan siang Nasi Liku yang pedas-pedas menggemaskan memuaskan perut kami. Juga hadir Mas Ito, musisi jazz Bali, yang menambah suasana ruang makan menjadi hangat dan bersahabat. Saya dan Rhesa juga sempat berfoto dengan anjing kesayangan Mba Hon, Marley. He’s totally cute! Mba Hon sendiri yang mengambil foto kami bertiga.

img_9096

Rumah yang sungguh nyaman di sebelah sanggar yang pada jam-jam tertentu menampilkan barong dan juga tari Kecak. Sambil berehat, saya menikmati kopi yang di blend dan dibuatkan langsung oleh Mas Indra Lesmana. Waribang House Blend. Secangkir kopi hitam pekat tanpa gula yang membuat perasaan saya menjadi tenang sekaligus sentimentil begitu berhadapan dengan kolam renang di yang terletak halaman belakang sebelum akhirnya habis pertanda saya harus pulang.

img_9083

Bali, kembali dengan keajaiban-keajaiban yang tiada henti yang selalu membuat saya terkesan berkali-kali.

Terima kasih, dan sampai jumpa lagi!

Love,

Endah

Foto featured dan Mostly Jazz oleh Guswib selengkapnya di Facebook EAR
Foto EAR & Marley oleh Mba Hanny Lesmana
Foto teras rumah oleh Rendi Raditya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*