Hari Rabu malam, saya dan Rhesa kebetulan sedang dalam perjalanan pulang dan mendengarkan radio. Kemudian saya teringat, malam itu ada acara bagus di KIS 95.1 FM. Kebetulan sebelumnya sempat membaca tweet yang di post @BillyBoen . “Do what you love, love what you do” adalah topik acara radio di KIS 95.1 FM. Tamu malam itu adalah Bowo, wiraswasta yang passionate terutama dalam bidang velg mobil.

Memaknai “Do what you love, love what you do” adalah bagaimana kita menjalani pekerjaan kita sekaligus mencintai pekerjaan kita. Saya merasa bersyukur bahwa apa yang saya kerjakan ini adalah panggilan hati saya, lentera jiwa saya, kehendak saya dan semuanya berjalan sesuai apa yang saya inginkan bahkan penuh kejutan tak terduga. Sejauh ini saya belum menemui orang-orang dekat saya yang mengeluh dengan pekerjaannya. Alhamdulillah, saya berharap mereka semua mendapatkan kebahagiaan dari pekerjaannya.

Saya memutuskan untuk menjadi musisi sejak SMP, namun tetap ingin menyelesaikan sekolah dulu. Alhamdulillah orang tua mendukung saya, bahkan saat kelas 3 SMU, saya hanya masuk ke kelas lima hari seminggu selama enam bulan karena mengikuti workshop “Jazz dan Anda” yang diprakarsai Deviana Daudsjah dan Komseni Jakarta. Lulus SMU, saya tidak kuliah selama hampir tiga tahun karena gagal masuk UMPTN (waktu itu daftar sastra Inggris UI). Saya bermain-main ke berbagai komunitas musik. Mencoba jadi additional player, membangun band.. gagal, coba lagi.. ikut festival.. latihan.. bikin demo.. manggung.. hingga akhirnya bertemu jodoh bermusik dan hidup saya, Rhesa.

Akhirnya saya memutuskan untuk kuliah. Saya masuk Fakultas Musik di Universitas Pelita Harapan jurusan Music Education. Ini pun saran dari Alm. Harry Roesli bahwa saya harus membekali diri saya dengan sisi akademis.. nampaknya beliau tahu kalau saya kurang sistematis. Hehe.. Dan saya pun mulai kuliah.. saya ingat, Rhesa yang mengantar saya mendaftar dan ujian masuk. 🙂

Dan memang… seberat-beratnya kuliah musik, tetapi saya cinta sekali menjalaninya. Saya lulus setelah kuliah 4 tahun, 166 sks, IPK tiga koma. Selama berkulliah, saya membangun karir bersama Rhesa. Lahirlah Endah N Rhesa. Rhesa lulus duluan dari Universitas Bina Nusantara jurusan IT. Sampailah kami kepada pertanyaan terbesar dalam diri Rhesa, “Aku harus kerja kantoran atau main musik ya?”.

Saya sendiri melihat Rhesa mencoba ikut Job Fair, mengirim lamaran kesana-kesini. Meskipun diterima di beberapa tempat namun seringkali dia bimbang dan akhirnya tidak diambil. Dia bagus dalam mengajar, meskipun dia lebih suka bermain musik.. Hingga akhirnya saya tidak lagi memperbolehkan dia melamar pekerjaan kesana kemari. Buat apa? Dia tidak suka kerja kantoran “normal”. Dia butuh pekerjaan kreatif, menciptakan sesuatu yang baru dan penuh risiko. Awalnya Rhesa tidak pe-de dengan itu, namun saya bersikeras bahwa kita harus menjalani hidup dan profesi sesuai kata hati kita.

Lalu, kami memantapkan diri untuk serius dalam membuat Endah N Rhesa menjadi sebuah proyek serius. Serius untuk mencari makan. Ayah saya berkali-kali bertanya pada saya.. “Bener Rhesa ga mau kerja? Nanti kalau menikah gimana?”. Saya bilang pada ayah saya bahwa saya yakin sekali… kalau Rhesa menemukan pekerjaan yang dia cintai, dia bisa maksimal dan menafkahi keluarga. Dan saya tahu, Rhesa mencintai musik. Begitu pula saya…

Banyak sekali air mata dan keringat yang kami tumpahkan bersama-sama.. (agak lebay.. tapi bener). Kami berdua pernah nangis tersedu-sedu sambil berpelukan karena tabungan kami habis untuk membangun PC yang memadai untuk rekaman di rumah. Ini karena kami semangat sekaligus cemas.. dan akhirnya saling menguatkan. Bahwa apa pun yang terjadi kita akan terus bersama menghadapinya. Perjuangan membiayai kuliah seperti harus tetap main di kafe seusai jam kuliah, melamar untuk bermain reguler di belasan kafe di Kemang dan tak satupun menerima kami, menerima komentar orang-orang yang tidak percaya akan kemampuan kami… yes.. 3 tahun lalu. Berat memang.. tapi kami tidak berhenti karena WE DO WHAT WE LOVE!

i-love-my-jobSaat ini, saya dan Rhesa hidup 100% dari musik.  Live performance, penjualan CD, merchandise, undangan seminar / workshop, penjurian, tawaran bikin buku, dan sebagainya. Banyak hal yang bisa kita lakukan di dunia yang kita cintai. Tinggal bagaimana kita kreatif dalam menjalankannya. Sebagai hobi, Rhesa masih mengerjakan hal yang disukainya berdasarkan bekal akademisnya. Membuat website untuk Endah N Rhesa dan beberapa teman musisi lain. Sedangkan saya.. bersama Yayasan Mitra Netra dan teman-teman pendidik musik baru saja selesai meneliti dan menyusun buku panduan “Notasi Musik Braille Dasar” yang diterbitkan Depdikbud untuk seluruh SLB-A di Indonesia.

Seperti kata Bowo, tamu dalam KIS FM, “Bosan itu berasal dari kita sendiri, be creative, jangan mau jalan ditempat. Kita bisa saja melakukan semua dengan aman, tapi kalau kita bisa melakukan hal yang lebih kreatif tentu akan lebih menyenangkan. Misalnya.. velg mobil itu kan berkaitan dengan fashion dan tren. Kalau mau jualan tapi ga update juga tetep bisa jualan, ini jalur aman.. tapi kalau kita update, tau fashion dan tren, tentunya akan lebih menarik dan menguntungkan.”

Seberat apa pun pekerjaan kita, sesulit apa pun dan serumit apa pun.. ketika kita mencintai pekerjaan kita pasti kita tidak pernah lelah dalam menjalaninya. Selalu merasa bahagia… materi banyak atau sedikit adalah efek samping saja.. tapi kesejahteraan batin dan kesehatan (pikiran) adalah anugerah bagi mereka yang mencintai pekerjaannya.

Jangan pedulikan atau memikirkan pendapat orang lain tentang pekerjaan kita. Saya baru menyadari.. kenapa kakak perempuan saya yang dapat beasiswa S2 di luar negeri, lulus dengan IP bagus tapi memilih bekerja di LSM yang bergerak di bidang hukum lingkungan padahal kalau di perusahaan minyak mungkin dia sudah kaya raya? Itu karena dia bahagia dengan pekerjaannya dan memiliki misi-visi dalam hidupnya dan profesinya. Saya juga baru tahu kenapa teman saya memilih untuk jadi jurnalis sedangkan kalau dia jadi model atau artis pasti kaya raya (karena dia cantik sekali seperti Angelina Jolie.. hehe), tapi jawabannya adalah karena jurnalisme adalah passion-nya sejak lama.

So.. start to do what you love, and love what you do! May happiness surround you. 🙂

Sincerely,

Endah

ps : thank you @BillyBoen @YoungOnTop @KisFMjkt for inspiring moment. 🙂

23 thoughts on “Do What You Love.. Love What You Do!

  1. dhia says:

    cool. i wish i have a great talent like you 🙂

  2. dianimbus says:

    no need perfection to be happy! so just do it!.. tuhan ada rencana..
    hoho!

  3. endahnrh says:

    @Dhia.. everybody has talent.. u just need to find ur passion 🙂
    @dianimbus .. yes 🙂

  4. Lishia says:

    nice! suka banget sama tulisannya, mirip dgn ap yg lg gue pikirkan akhir2 ini. thx yaaa buat sharenya:)

  5. sitsitsiti says:

    Hemm. Yeayh, sedikit pencerahan buat saya. Yeah memang Do what You Love and Love What you Do. Tapi terkadang untuk beberapa keadaang seperti saya (muhehehe) harus terbentur dengan keadaan. Ketika passion ku dalam suatu bidang harus kalah dengan ekpektasi orang tua yang besar. really really hard for me, now i’m studying dentistry yang cukup bertolak belakang dengan passion saya di bidang kreatif. Tapi bakat ataupun passion saya tak lagi begitu penting, yang terpenting adalah bagaimana saya mencintai apa yang sedang dan akan menjadi pekerjaan saya nantinya. I wish someday i could be SomeOne who can make my mom Proud, “she is my daughter”. Hehe malah curhat. (just another mind)

  6. endahnrh says:

    @sitsitsiti “Tapi bakat ataupun passion saya tak lagi begitu penting, yang terpenting adalah bagaimana saya mencintai apa yang sedang dan akan menjadi pekerjaan saya nantinya”. Really nice phrase.. inilah yang namanya love what you do! .. 🙂

  7. endahnrh says:

    @Lishia sama-sama 🙂

  8. ihoeL says:

    kerenn..

    hmmm,
    tp kadang ragu jg dg ap yg ak cintai,,
    hehe

    inspiratif bgd!!
    ^0^

  9. novy e says:

    senag sekali melihat kak endah sama kak rhesa. wish i know where i’m heading to.

  10. miany says:

    “sitsitsiti : Yeah memang Do what You Love and Love What you Do. Tapi terkadang untuk beberapa keadaang seperti saya (muhehehe) harus terbentur dengan keadaan. Ketika passion ku dalam suatu bidang harus kalah dengan ekpektasi orang tua yang besar.”

    so true. bahagianya kalo mempunyai orangtua yang bisa mengerti dan mendukung. walau begitu,saya bersyukur punya orangtua =)

  11. Putri Widia says:

    Terima kasih mba endah buat tulisannya yg keren!!! Saya punya semangat baru untuk berani keluar dari “jalur aman” dan mulai mendengarkan kata hati.. DARE TO DREAM!!!!!

  12. Kuma says:

    Hey….. wow…. what a cool blog… I really love this one…
    I hope I can find my way just like you are… hehehe

  13. Debby says:

    hiks….bener2 tepat banget
    br kemarin saya merasa mimpi saya cuma sekedar impian ketika ada temen bilang saya cuma menghayal
    thanx for inspiring me ^^

  14. Eka says:

    This one is really inspiring!!! Selama ini saya juga slalu memegang prinsip do what you love and love what you do, sampai2 sempat jengah ketika seorang teman mempertanyakan pekerjaan yg saya pilih sebagai jurnalis, krn mnrt dia gajinya tidak seberapa. But who cares?! It’s our life and we’re the only one who know how to make ourselves happy 🙂

  15. malmalkemal says:

    keren abis 🙂

  16. fikamar says:

    bener2 menginspirsasi saya
    terima kasih untuk tulisannya 🙂

  17. memed says:

    kebahagiaan dalam bekerja itu yang lebih penting dari sekedar upah yang kita terima..
    🙂

    sukses buat Endah N Rhesa..
    ^.^

  18. well,hidup adalah pilihan. sekarang saya masih nyaman dengan kata “aman” itu. mungkin suatu saat nanti saya akan lebih berani atau malah mencoba mencintai apa yang saya tekuni sekarang. thanks endah :). goodluck endahNresha.

  19. xeptoc says:

    halo.. saya baru tau ttg endahNrhesa. gokil bgt. baru tau sekarang. ternyata keren bgt.. wohohooo.. salut salut.

  20. Wah…. Endah, sangat inspiratif !!… Bagus sekali.
    Contoh keberhasilan dari suatu tekad, dan keuletan.Semoga tambah sukses. Amiiin…. Endah and Rhesa memang OK !!!

  21. dimas nurcahyo says:

    membaca tulisan mbak endah, kembali mengingatkan saya akan apa yang saya geluti saat ini. sebuah profesi, pekerjaan, pilihan hidup, passion, dan kebahagiaan hati yang terkumpul jadi satu… sebuah pilihan yang datang dengan tidak memilih, tetapi semacam panggilan, dan jalan yang memang sudah ditentukan untuk saya *saya rasa* dan baru disadari ketika sudah di tengah jalan…

    thanks god for your hand…

    thanks buat mbak endah n mbak rhesa… (jadi sibuk browsing endah n rhesa abis ndenger performance live E’nR di Roomantique SMA 9 kemaren sabtu.. hehehe)

    semoga bisa kenal mbak n mas lebih dekat… 🙂 maturnuwun…

    salam,

    dimas n. 🙂

  22. ilalanggg says:

    Yeah, we love what we do! Very inspiring mbak Endah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*