Teman-teman, sedikit catatan khusus bahwa lirik lagu di album “Look What We’ve Found” di halaman LYRICS ada beberapa kata yang berbeda dengan yang saya nyanyikan di album. Saya sudah berkonsultasi dengan teman saya, Brandon Van Slyke dari www.getitright.co.id , seorang konsultan dokumen/ karya/ presentasi dalam penulisan menggunakan Bahasa Inggris.

Ada dua hal baru yang saya pelajari saat ini.. dua hal yang menjadi momok terbesar dalam hidup saya karena saya merasa amat sangat tidak berbakat untuk hal ini : MEMASAK dan FASHION. Insting fashion saya kurang bagus. Mungkin karena dari kecil tidak pernah ada ketertarikan untuk ke arah sana. Saya ini dulu super cuek dengan penampilan.. duh. Saya nggak pernah langganan majalah perempuan. Dulu waktu kecil sampai remaja, saya langganan majalah Donal Bebek, Hai (saat itu artikel musiknya sangat banyak) dan Tempo. Saya sangat tidak peduli penampilan. Kalau ada teman-teman SMP dan SMA dulu, mereka sangat tahu gimana penampilan saya sebelum bertemu Rhesa. Setelah bersama Rhesa, penampilan saya banyak berubah. Rhesa sangat fashionable, suka jalan-jalan cari baju, sepatu, bahkan dia[…]

Hehe.. judulnya kayak cerpen-cerpen majalah perempuan gitu ya. Banyak sekali yang menanyakan saya, via twitter, pertanyaan secara langsung kala bertemu, bahkan interview dari para jurnalis yang ingin mengetahui kehidupan kami di luar musik. Meskipun sudah pernah dibahas di majalah Femina bulan lalu dan di majalah Rolling Stone Indonesia, saya ingin memberikan gambaran untuk teman-teman yang masih penasaran. Ketika saya dan Rhesa memutuskan untuk menikah setelah berpacaran hampir 6 tahun lamanya, sebenarnya alasannya sangat sederhana : kami ingin menjalani semuanya berdua. Karir bermusik, keluarga, suka duka. Saya tidak bisa membayangkan apabila saya menikahi laki-laki yang bukan seniman seperti Rhesa. Hmm.. mungkin bisa tidak bahagia. Apa yang kami lakukan setiap hari?