Edisi Modern = Simple
Pada suatu malam di mobil, saya dan Rhesa sedang pulang menuju rumah setelah seharian berpergian dan membicarakan banyak hal. Ada satu hal yang menarik yang membuat saya (seperti biasa) menjadi lebih mengenal suami saya yang… hmm.. unik dan eksentrik ini. Hahaha! Saya selalu berusaha mengimbangi apa pun itu buah pemikirannya yang kadang aneh, nyentrik, nyeleneh, sepertinya mengada-ada tapi yaaaa ada benernya juga yaa.. Itulah yang membuat saya tidak pernah bosan ngobrol bersamanya berjam-jam setiap hari.. 🙂
E : “Hon, sebenarnya kan musik kita tuh akustikan yah. Termasuk old-school nggak sih sebenernya di era teknologi robot-robot, format band grande, dan berbagai efek-efek? Tapi kok anak-anak sekarang suka ya?”
R : “Ya, sebenernya itu karena musik kita modern.”
E : “Kok modern sih? Kan simple banget cuma gitar, bass, vokal. Malahan cenderung menuju ke roots”
R : “Yaa.. berpikirnya gini aja.. MODERN adalah SIMPLE.”
E : “Hmm.. maksudnya??”
R: “Kan sebenernya semakin modern dunia itu semakin menuntut sesuatu yang simple. Contohnya ya kayak iPad misalnya. Modern dan simple kan. Tujuannya kan semakin memudahkan aja.”
E : “Tapi kan itu konteksnya barang. Lagipula kan bukannya semakin modern seharusnya semakin complicated ya? Kan membutuhkan teknologi tinggi.. teknologi tinggi means modern.”
R : “Tapi kan yang penting tujuan dan fungsinya. Proses pencapaiannya memang complicated, misalnya, tapi kan hasilnya simple kan. Entah ‘terlihat’ simple atau membuat semua jadi simple. Jadi cara berpikirnya aja yang diubah. Endah N Rhesa itu modern.. karena kita simple.. “.
E : “Oo.. gitu ya?..” .. manggut-manggut..
Ngerti nggak? Hahaha!.. Â yaah… demikianlaah isi kepala suami sayaaa…. X’D
– endah
7 thoughts on “Edisi Modern = Simple”
sudut pandang yang unik. tapi emang bener, modern itu simple. 🙂
ada satu kalimat yang bagus banget, “Endah N Rhesa itu modern.. karena kita simple..” woow 😀
Endah N Rhesa itu modern karena bisa menghasilkan nada simple melalui proses yang complicated. Emang gampang gitu bisa ngasilin nada-nada keren kaya lo-lo pade. Ga lagi!!! #Sotoy
*gw suka perform lo di Ramadhan Jazz Festival kemaren* 🙂
sukaaa banget dengan lw berdua..pasangan yang romantis…gw liat lw pada saat perform di acara kick andy tanggal 1 agusts..selain romantis, musiknya keren abiissss…menurut gw berkualitas, gw kangen musik2 kek gini ni..ketimbang ama musik2 yang lip sing doank..terus berkarya bro and sis..
cerdas sekali mas rhesa dengan pemikirannya, “modern = simple.” Tapi memanglah itu endah n rhesa dan itulah juga alasan saya suka musik kalian.. 🙂 teruslah berkarya mbak endah dan mas rhesa..
Kyaaa, kalian modern dan simple koook. :)))
Musik kalian pun mau modern atau old-school juga tetep menariiik, menarik karna seperti yg udah gw bilang sebelumnya, musik kalian tuh “penuh”, penuh cinta *tsaaah* maka dari itu gw dan yg lainnya suka musik kalian.
Mau modern atau old-school kalian harus tetep berkarya yaaaa pake bumbu cinta jugaaaa… :*
Eh, kayanya gw mesti sering2 ngobrol sama mas Rhesa nih supaya dapet banyak ilmunya. :3