Majalah Rolling Stone Indonesia bulan ini menerbitkan artikel tulisan pengalaman spiritual saya bersama Edward Sharpe & the Magnetic Zeros. Salah satu pengalaman spiritual musik yang tidak akan saya lupakan seumur hidup dan ternyata ada seseorang yang mengabadikan momen ini…. silahkan disimak mulai dari menit 05:00 .. Terimakasih :’)   Home… let me come home.. home is wherever I’m with you..  

“Congratulation Net TV karena telah berhasil membuat standar award dan pertunjukan musik yang ideal di Indonesia!”. Berikut adalah kalimat yang saya ungkapkan di awal tulisan ini, mengingat megahnya pesta ulang tahun Net TV sekaligus penganugerahan Indonesian Choice Awards 2014 yang diselenggarakan di Mata Elang Indoor Stadium Ancol. Endah N Rhesa mendapatkan nominasi sebagai Group/ Duo Of The Year bersama Maliq & D’ Essential, Superman Is Dead, Nidji, dan RAN. Dan pemenang voting twitter dan Facebook adalah Superman Is Dead, yang mendedikasikan piala malam itu untuk gerakan #MenolakLupa ! Dan memang itu yang harus kita ingat… karena sebentar lagi perhelatan PEMILU Presiden-Wakil Presiden akan dimulai.

Jujur aja sampai tadi malem saya ga tahu band ini. Mereka main di panggung yang sama dengan John Mayer… Tapi apa yang saya dapatkan?!! They’re magically hypnotized me from beginning ’till the end of performance!!! Alex, vokalisnya, gila banget ga bisa diem dan suka nyuruh2 bandnya berhenti dan main semau-maunya. Setelah googling, band ini konsepnya seperti ‘music collective’. Main bareng, bikin cerita bareng.. Alex sll tanya “Siapa disini yang mau cerita?”.. Trus nyodorin mic ke penonton yang tunjuk tangan dan penonton itu cerita diiringi musiknya. Sangat… Folk sekali.. Ada satu momen dimana saya beruntung.. Karena paling depan.. Akhirnya saya memberanikan diri ‘bercerita’ dengan nada yg saya sesuaikan dengan musik pengiringnya…dari pagar pembatas penonton, Alex memberikan mic kepada saya.. Inti dari[…]

Setiap orang punya momen untuk belajar dan memiliki petualangan baru dalam hidup. Saya dan Rhesa memiliki jiwa petualang… dan menurut saya.. jiwa petualang bukan berarti harus ditandai dengan kepergian fisik ke berbagai tempat. Tidak. Melainkan berpetualang mencoba hal-hal baru.. bisa melalui karya, imajinasi, dan apa yang dikerjakan setiap hari, melalui apa pun itu yang sifatnya baru dan belum pernah dicoba sebelumnya. Kemudian saya menghitung umur… ah.. 30 tahun sudah. Apakah ini sudah setengah perjalanan hidup saya? Apakah saya akan hidup 30 tahun lagi? Saya tidak pernah tahu. Tapi saya dan Rhesa merasa belum cukup dalam berpetualang, belajar, dan mencoba hal baru. Dan mungkin ini adalah kesempatan saya dan Rhesa untuk membangun earhouse. Saya dan Rhesa bisa bebas melakukan apa pun,[…]