Dulu setiap ditanya orang atau media.. “Apa suka-duka jadi musisi?”, saya selalu jawab “Wah.. apa ya? Suka–nya banyak.. dukanya sepertinya ga ada deh..”, ternyata saya salah…Ada satu duka yang baru saya sadari setelah sekian lama terjun menjadi musisi… (kesannya lama banget gitu padahal album aja baru dua :p ).

Banyak yang penasaran dan bertanya-tanya pada saya dan Rhesa… ……”Kalian berdua sehari-hari selain bermusik itu ngobrolin apa aja sih?”, ……”Bosen gak 24 jam bersama terus? Ngobrolin apa aja?” ……”Kalian biasa ngobrolin apa?” Hahaha! Memang sebagian besar topik perbincangan kami adalah musik. Tapi di luar itu, kami juga banyak topik-topik menarik yang akhirnya saya putuskan untuk membuat sebuah kategori di blog ini “Obrolan Rhesa”. Kenapa “Obrolan Rhesa”? Karena biasanya Rhesa yang tiba-tiba melontarkan topik pembicaraannya. Siapa tahu dengan begini kalian tidak hanya mengenal saya, tapi juga mengenal Rhesa dari topik-topik pembicaraan yang dia lontarkan. 🙂 Kemarin malam, sepulang dari Urban Kitchen Pasific Place, jam 11 malam ternyata jalanan masih padat. Saya sudah ngantuk berat… tapi nggak tega ya ninggalin suami sendirian menyetir. Kayaknya kok nggak adil, gitu. Sama-sama kerja, capek, dia nyetir kok saya malah tidur-tiduran enak-enakan disetirin dia. Hahaha..! Tapi kadang kalau memang badan kurang enak sih saya tinggal tidur.. (cari-cari alasan ahhhh biar tiduuurr! :p ). Tiba-tiba Rhesa, (mungkin[…]

Semua berawal gara-gara hadirnya paket di hari Sabtu pagi sekitar dua minggu lalu.. saya sudah girang banget.. Jarang-jarang ada kiriman paket. Biasanya mah tagihan melulu. Ternyata.. oh .. ternyata.. pagi itu datang paket dengan nama pengirim Bentang Pustaka. Wah.. saya sudah bisa menebak ini pasti isinya buku. Dan.. benar.. memang isinya buku. Tapi yang serunya lagi, buku kiriman tersebut adalah buku yang ditulis teman ‘Londoners’ saya, @solehsolihun , berjudul “Celoteh Soleh”.

Semua kesentimentalan ini diawali saat kami membicarakan kematian… malam tadi.. Untuk Suamiku Tercinta… Tidak ada yang abadi di dunia, kecuali Allah dan cinta yang kita miliki… baik saat kita hidup maupun tiada.. sebuah impian tertinggi kita berdua adalah selalu bersama di dunia dan akhirat Apa yang sudah kita lakukan selama ini tidak hanya semata-mata dengan tujuan bahagia.. tapi juga ibadah tidak sedikit pun ada penyesalan di hatiku memiliki suami seperti dirimu ketika aku memperkenalkan dirimu di atas panggung dengan kata-kata.. “laki-laki yang paling ganteng di sini”.. adalah kenyataan yang aku alami.. tak peduli mereka yang mentertawakan atau mencemooh atau meremehkan dirimu… kita.. hubungan ini.. pekerjaan ini.. semua karena kita menjalaninya dengan sepenuh hati kalau aku tiada.. dan kamu ada.. berdoalah[…]