Pagi yang cerah di Bandara Soekarno-Hatta terminal 3. Saya dan Rhesa mencari tempat berburu kafein, baik untuk pagi hari itu maupun sebagai perbekalan selama di luar kota. Kaki saya melangkah menuju Gate 14. Masih satu jam lagi. Cukup waktu untuk ngopi. Kemudian mata saya tertuju kepada coffee shop yang terletak tidak jauh dari Gate tujuan saya.  “Di sini jual kopi bentuk powder?”, tanya saya kepada barista Anomali Coffee bandara Soetta. “Oh, di sini jual biji kopi namun bisa digiling jika memang diinginkan.”, ujarnya. Ah! Sempurna! Saya memang membutuhkan bekal kopi selama 2 hari ke depan. 

Sesungguhnya, kehadiran Iga Massardi di Pamulang adalah sebuah perjuangan yang patut diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Yeah.. jarak Bekasi-Pamulang dengan hiasan kemacetan tentu membutuhkan tekad bulat dan alasan tepat untuk tetap mencapai tujuan. Hahaha! Ini bukan kunjungan Iga yang pertama ke Earhouse Pamulang. Beberapa tahun lalu, ia pernah hadir di Earhouse (alamat lama) bahkan sampai melakukan lelang efek dan hasilnya disumbangkan untuk panti asuhan di Pamulang. Kali ini, ia hadir memberi tips menulis lagu, memproduksi, dan membagi pengalamannya di dunia rekaman. Ah! Iga memang musisi yang murah hati. Cocok lah jadi tokoh masyarakat Bekasi. :p Kehadirannya di hari Kamis (10/05) sore itu memberikan motivasi dan pencerahan untuk teman-teman yang ikut di workshop ini. Terlihat dari pancaran mata teman-teman serta pertanyaan yang[…]

My love Bonita Adi … Selamat ulang tahun, Bonita sahabatku, idolaku, panutanku. Sosok yang begitu tulus dalam berteman, berhati emas, sederhana bersahaja, ibu dan istri yang luar biasa. Teringat saat lagi main-main ke Potlot 15 tahun silam tiba-tiba terdengar suara menggelegar (yang mana tempat kuberdiri cukup jauh dari sumber bunyi), ternyata itu suara dirimu sedang latihan di studio depan area kantor Slank.. ah! Lagu “Merah”! Aku ingat judulnya.. so beautiful and powerful. Aku beringsut pulang dengan… sedikit tercekam. ? Kemudian berkesempatan berkenalan di @wapressbulungan tak seberapa lama setelahnya.. sosok bersahaja ini menyapaku (duluan!!!!) dengan ramahnya.. aku masih kinyis-kinyis.. tak tahu harus bersikap bagaimana saat berjumpa dengan seorang diva! Selang beberapa tahun kemudian, kembali kumendengar suaranya dari parkiran KeKun, sebuah cafe[…]

“Hi, besok di Ngayogjazz main jam, 16.45 ya. Usahakan nonton prosesi pembukaan. Biasanya humor banget.”. Demikian pesan singkat yang saya terima dari Pak Singo, seorang penulis dan kolektor musik asal Yogyakarta. Bujukan yang membuat saya segera koordinasi dengan tim untuk bisa sampai ke lokasi acara lebih cepat karena sebelum Ngayogjazz saya harus tampil terlebih dahulu di Plaza Ambarukmo untuk sebuah acara “Temu Sahabat Tunas Cilik” oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner dari Save The Children. “Jarak 14 kilometer, Mbak. Kalau usai tampil jam 15.00 WIB kita langsung ke sana diusahakan sampai tepat waktu.”, ujar Tysa, Road Manager Endah N Rhesa. Baiklah, saya rasa semua sudah diatur sebaik mungkin. Dan benar saja..