Saya masih ingat, tahun 2013, saat lewat di depan pintu masuk (cikal bakal) Earhouse di sebuah ruko yang diliputi sepi, dan lingkungan tak bernyawa. “Tempat ini akan memberiku semangat untuk hidup kembali.”, demikian ujar saya dalam hati. Saat itu Endah N Rhesa baru pulang dari Midem Conference & Festival di Perancis. Setelah menghadiri acara tersebut, saya dan Rhesa merasakan sebuah kegelisahan yang amat sangat, mengingat usia kami menginjak 30 tahun dan merasa belum berkarya di sekitar tempat tinggal kami. Sedangkan waktu berjalan terus, berapa tahun lagi hidup ini tersisa? Tentu saja perlu kenekatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan lepas dari penyesalan. Earhouse (Endah And Rhesa House) adalah tempat yang sederhana, kawan. Ia adalah kedai kopi mungil (bahkan tanpa mesin kopi!), furnitur[…]

Menyetir mobil adalah salah satu hal yang Rhesa sukai. Meskipun manajemen telah menyiapkan mobil sewaan beserta supirnya, namun pagi itu (19/02) Rhesa memilih untuk menyetir sendiri mobil sewaan tersebut menuju acara Smanstock XXXI di Sukabumi, Jawa Barat dengan kisaran jarak kurang lebih 100 KM dari Pamulang, Banten. Ruang tunggu adalah ruang yang cukup pribadi buat artis/ musisi. Biasanya mereka akan beristirahat, tidur, makan, melakukan atau memperbincangkan hal-hal yang sifatnya pribadi. Endah N Rhesa biasanya berbagi ruang tunggu bersama Earteam (tim produksi Endah N Rhesa) yang sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Kenyamanan dan area pribadi yang terjaga menjadi salah satu faktor yang membantu menimbulkan mood yang baik. Dan, beberapa menit sebelum kami dipanggil ke atas panggung, kami berdoa memohon kelancaran, meredakan[…]

Chicha, kucing betina pincang nan judes saya temukan di pojokan rumah, kedinginan karena terjebak hujan sekitar 3 tahun lalu. Kaki belakangnya pincang sepertinya pernah ketabrak kendaran, keadaannya kurus dan tidak sehat. Akhirnya, karena iba, saya rawat ia sampai sekarang. Pernah ada kejadian, tiba-tiba Chicha berhenti mengeong, terlihat lemas dan ada darah tak segar tercecer di beberapa tempat. Ketika saya bawa ke dokter hewan di Pamulang, saya terkejut saat mengetahui bahwa ia harus operasi karena ada bayi yang membusuk di rahimnya. “Untung segera dibawa ke sini, Mbak. Kalau terlambat beberapa hari, dia sudah keracunan janinnya sendiri.”, kata Pak Dokter Made. “Tenang saja, Mbak. Kucingnya kuat. Tetapi dia harus disterilkan karena dengan kondisi kakinya seperti ini tidak akan bisa mengejang untuk melahirkan[…]

Tahun 2008, Endah N Rhesa tampil reguler di Loca Coffee Shop (sekarang Largo Bistrot). Suatu hari, datanglah sesosok pemuda berkaos hitam bernuansa metal, berkarisma, gondrong dan berkacamata menghampiri saya dan Rhesa saat kami usai tampil. “Hallo, gue Wendi, wartawan majalah Rolling Stone. Kalian asik banget mainnya. Sudah punya lagu sendiri?”, ujarnya membuka percakapan dengan cool. Beberapa bulan kemudian, Endah N Rhesa masuk dalam daftar Artist To Watch tahun 2008 majalah Rolling Stone Indonesia. Tahun 2009, setelah merilis album perdana Nowhere to Go, Wendi mengajak Endah N Rhesa untuk tampil di beberapa kota di pulau Jawa sehubungan promosi buku Rolling Stone Music Biz yang ditulis olehnya. Yang menarik dari perjalanan keliling bersama Rolling Stone Music Biz, selain tampil mempromosikan album kami,[…]