“Caraku gini kalau nanya kabar sama mereka (Endah dan Rhesa). Nggak lewat sms atau whasapp, tapi lewat karya.”, ujar Mas Bintang sebelum memulai pertunjukan proyek terbarunya bersama Bianglala Voices sambil menggendong bassnya dengan gagah. “Ini adalah pertama kalinya materi ini dimainkan di Earhouse.”, lanjutnya. Kamis (06/04) sekitar pukul 21.00 WIB, Mas Bintang hadir di Earhouse Pasar Kita Pamulang membawakan materi album barunya, Gambang Suling, yaitu kumpulan karya Ki Nartosabdo yang dikenal sebagai dalang eksentrik. Sambil bercerita tentang latar belakang ketertarikannya dengan karya-karya Ki Nartosabdo, Mas Bintang juga memberi informasi bahwa Ki Nartosabdo adalah dalang yang berlatar belakang pemain kendang sehingga banyak lagunya yang unik dan tidak terlalu disukai pada jamannya karena banyak mendobrak pakem-pakem yang ada. Saya mencermati bahwa ada[…]

Sebelum pukul 12 siang hari Minggu (02/04), Endah N Rhesa beserta Earteam tiba di Jogja untuk mengisi acara Whiswakharman Expo 2017 di Taman Budaya Yogyakarta. Begitu sampai di venue, saya tertarik dengan pameran arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bertema ‘Ternyata Jogja’. Saya masuk ke dalam gedung pameran dan menyimak penjelasan demi penjelasan dari mahasiswa yang mewakili kelompoknya. Mereka antusias mempresentasikan maket dan gambar rancangan bangunan, ide-ide mengembangkan lahan terutama untuk perkampungan, ruang publik, area bersejarah. Saya jadi tertegun dan memiliki pemahaman betapa arsitektur, pembangunan dan tata tempat membutuhkan ketulusan hati untuk benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai sosial, aspek budaya, cuaca dan iklim, fungsi serta estetika. Bukan hanya semata-mata membangun untuk kepentingan komersial dan membilas dahaga orang-orang yang memiliki kepentingan[…]

Saya masih ingat, tahun 2013, saat lewat di depan pintu masuk (cikal bakal) Earhouse di sebuah ruko yang diliputi sepi, dan lingkungan tak bernyawa. “Tempat ini akan memberiku semangat untuk hidup kembali.”, demikian ujar saya dalam hati. Saat itu Endah N Rhesa baru pulang dari Midem Conference & Festival di Perancis. Setelah menghadiri acara tersebut, saya dan Rhesa merasakan sebuah kegelisahan yang amat sangat, mengingat usia kami menginjak 30 tahun dan merasa belum berkarya di sekitar tempat tinggal kami. Sedangkan waktu berjalan terus, berapa tahun lagi hidup ini tersisa? Tentu saja perlu kenekatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan lepas dari penyesalan. Earhouse (Endah And Rhesa House) adalah tempat yang sederhana, kawan. Ia adalah kedai kopi mungil (bahkan tanpa mesin kopi!), furnitur[…]

Menyetir mobil adalah salah satu hal yang Rhesa sukai. Meskipun manajemen telah menyiapkan mobil sewaan beserta supirnya, namun pagi itu (19/02) Rhesa memilih untuk menyetir sendiri mobil sewaan tersebut menuju acara Smanstock XXXI di Sukabumi, Jawa Barat dengan kisaran jarak kurang lebih 100 KM dari Pamulang, Banten. Ruang tunggu adalah ruang yang cukup pribadi buat artis/ musisi. Biasanya mereka akan beristirahat, tidur, makan, melakukan atau memperbincangkan hal-hal yang sifatnya pribadi. Endah N Rhesa biasanya berbagi ruang tunggu bersama Earteam (tim produksi Endah N Rhesa) yang sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Kenyamanan dan area pribadi yang terjaga menjadi salah satu faktor yang membantu menimbulkan mood yang baik. Dan, beberapa menit sebelum kami dipanggil ke atas panggung, kami berdoa memohon kelancaran, meredakan[…]