Minggu, 8 Januari 2017, Endah N Rhesa tampil di Griya Santrian Sanur, Bali, di acara Mostly Jazz yang diselenggarakan oleh Mas Indra Lesmana. Mostly Jazz sebenarnya acara yang dihelat Mas Indra sejak beliau masih bermukim di Jakarta. Sejak sekitar 2 tahun saat beliau memutuskan tinggal di Bali, maka Mostly Jazz pun diusung ke Griya Santrian, sebuah resort yang terletak di pinggir pantai Sanur.
Author: Endah Widiastuti
Ada banyak kenangan saya kepada almarhumah mama saya. Tiba-tiba terlintas memori saya tentang beliau ketika saya masih di bangku SMA. Di suatu sore yang cukup santai, saya bercengkrama dengan mama di kamar. “Ma, apa yang membuat mama cinta sama papa?”, tanya saya. Mama menerawang. “Papamu itu humoris, tidak membosankan. Dan dia selalu berusaha menjadi orang yang baik, kelihatan dari usaha ibadahnya.”, jawabnya tersenyum. “Mama pernah bosan sama papa?”, tansayaku lugu. Kembali menerawang mama menjawab, “Ya pernah.”, jawabnya jujur. “Terus kenapa mama terus sama papa sampai sekarang?”, tanyaku. “Karena ada kamu, Mbak Mita, Mas Arief. Anak mama yang lucu-lucu.”, jawabnya sambil uleng-uleng (memeluk dan mencium) saya di atas kasur. Saya tergelak. Kemudian mama melepaskan pelukannya dan menatap saya penuh arti. “Cinta[…]
Kegiatan Earhouse Reading yang diprakarsai Tera dan Alif, pasangan ilustrator yang cukup sering bertandang ke Earhouse Pamulang, membuat saya bersemangat kembali meluangkan waktu untuk membaca. Mereka mengungkapkan latar belakang mengadakan acara yang berlangsung tanggal 2-8 Januari ini. “Cukup iri dengan perpustakaan di Cikini. Katalog lengkap, buku beragam banyak yang baru dan nyaman. Sedangkan perpustakaan di Tangerang Selatan cukup terpencil, katalog masih sedikit, dan kurang nyaman. Ingin rasanya punya tempat yang nyaman buat baca, layak dan referensi katalog cukup beragam.”, ujar Alif. Saya pun merasakan kegelisahan yang sama. Itulah yang menggerakkan saya untuk mendukung gagasan dua anak muda penuh semangat ini dengan Earhouse Reading. Bahkan saya membawa beberapa koleksi buku saya agar bisa dibaca oleh orang lain. Siapa pun boleh membaca buku[…]
Mengawali 2017 dengan ngopi dari secangkir gelas berilustrasikan ayam pemberian sahabat saya, Ferry Dermawan & Lintang Sunarta . Jadi ingat becandaan masa lampau antara Maestro Indra Lesmana bareng Mas Danny Ardiono dan Mas Eq Puradiredja .. “Ayam itu kayaknya makhluk yang semi digital. Coba liat gerak-geriknya kalau nengok kanan-kiri. Patah-patah gitu gayanya.”. Hahaha! Well, dulu semasa mama saya hidup, beliau rajin pelihara ayam. Selain akhirnya dipotong, jadi lauk pauk, dan bulu jadi kemoceng, ayam semasa hidupnya juga punya banyak manfaat. Ia bertelur (bisa dimakan), membantu menggemburkan tanah saat mengais-ngais mencari makan, membersihkan lingkungan dengan memakan serangga, penanda waktu saat matahari terbit (ayam jantan), telek ayam bisa jadi pupuk untuk menyuburkan tanaman, dll. Memang di negara barat, kita mendengar kata ‘ayam’[…]