Selalu sedih jika ada anggota tim yang resign meskipun masih bisa berjumpa bekerja sama di jabatan yang berbeda. Sebelumnya jadi in-house Road Man, sekarang jadi freelance soundman. Road Manager adalah jabatan yang berat. Seberat-beratnya bertugas di lapangan adalah ketika bertanggung jawab terhadap kelancaran produksi di medan apa pun. Biasanya Road Man ini yang jadi kesayanganku. Kemana-mana bersama, nemenin dan ‘ngemong’ anak-anak produksi. Semoga sukses di jabatan yang baru, Ojan.. Semoga lancar job-job freelance-nya… Semoga bahagia menuju pelaminan bersama calon istri.. Semoga berkah… Maafin kalau aku galak dan suka marah-marah ya, Ojan. Aku sayang Ojan. :’) – Endah   [picture captured by @guswib]

Kami senang sekali bisa tampil di Sanur Village Festival 2015, Bali. Kebahagiaan pun berlipat ganda dengan kesempatan bermain bersama Dialog Dini Hari, salah satu band yang sangat kami sukai baik secara musikal maupun karakter personilnya. Setelah sesi latihan singkat sebelum pentas, kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat tampil di panggung bersama mereka. Buat kami, ini adalah salah satu pengalaman kolaborasi yang paling mengesankan dan membahagiakan. Terima kasih Ida Bagus Gede Wibawa (Guswib) atas foto-fotonya yang menyentuh hati ini… dan terima kasih Bayu Antara atas foto udara yang mengesankan.

Ada hal penting yang perlu teman-teman ketahui mengenai alasan saya menyukai Rhesa, sebelum akhirnya saya menikahinya. Saya sangat suka dengan rambut kribonya. Maaf, bukan kribo, melainkan kribas! Keriting bebas! Karena bentuknya terlalu ‘bebas tidak beraturan’ untuk dibilang kribo. Hahaha! Bisa dibilang, rambutnya yang menarik perhatian saya saat pertama kali berkenalan dan menjabat tangannya. “Aku suka laki-laki unik ini.”, demikian kesan pertama saya. Bukan rasa cinta, namun rasa tertarik untuk mengenal lebih jauh. Penampilan seseorang (yang unik) bagi saya adalah selubung dari kepribadian yang menarik dan kreatif.

Saya beruntung menjadi istri dari suami yang rajin, gigih dan pantang menyerah. Itulah semangat yang sejak awal membuat saya yakin untuk menikahi suami saya, Rhesa. Saya masih ingat salah satu momen penting dalam hidup Rhesa yang akhirnya sekarang mengubah hidupnya. Kapan pertama kali Rhesa belajar cara rekaman? Pertanyaan ini mungkin lebih jarang keluar daripada pertanyaan ‘pertama kali belajar bass’ atau ‘pertama kali bertemu Endah’. Padahal jawaban dari pertanyaan mengenai belajar rekaman tersebut akan sangat mengejutkan dan memberi inspirasi. Rhesa adalah orang yang senang memberikan kesempatan kepada orang lain dengan cara ‘memberikan kail, bukan memberi ikannya’. Bahkan sifat seperti ini sudah ia tunjukkan sejak dia masih kuliah. Ini adalah cerita (yang bagi saya) sangat menarik tentang Rhesa.