Hari Minggu sore, saya menghabiskan waktu di rumah untuk santai. Rhesa sedang istirahat di kamar karena demam akibat radang tenggorokan. Komplek rumah sedang lumayan sepi. Langit Pamulang mendung namun hujan masih ragu-ragu untuk datang. Saya haid hari pertama. Pas lah suasananya untuk menggali sisi melankolis saya yang jarang-jarang hadir belakangan ini. Kemudian Guswib, yang menginap beberapa hari di rumah, mengajak saya untuk membuat beberapa video. Ada video-video sepanjang 15 detik, ada pula yang satu lagu utuh. Cukup lama juga saya tidak merekam permainan gitar dan vokal saya sendiri tanpa ditemani Rhesa. Rasanya canggung. Biasanya saya hanya nyanyi-nyanyi sendiri di rumah tanpa ada yang serius merekam. “Terserah Mba mau nyanyi apa saja bebas. Aku tinggal rekam saja.”, kata Guswib. Saya berpikir[…]
Category: Real Life!
Ketika saya diajak tampil di acara Super Guitarist 2015, tanggal 12 Desember 2015 lalu di Bandung, saya langsung teringat dengan cita-cita yang saya tulis di sampul buku saat saya SMP: “I want to be the best guitarist in the world!”. Sebuah statement yang kekanak-kanakan dari bocah usia belasan. Dua puluh tahun kemudian, saya berdiri di panggung yang sama dengan gitaris-gitaris Indonesia kelas dunia ini. Jujur saja! Sebenarnya saya merasa kurang pede saat diajak berpartisipasi di acara Super Guitarist 2015 tanggal 12 Desember 2015 lalu di Bandung. Ini karena Mas Baron yang menghubungi saya dan meminta saya dan Rhesa ikut untuk acara ini. Apalah artinya saya, sebagai gitaris, dibandingkan nama-nama seperti Dewa Budjana, Eet Sjahranie, Iman J-rocks, Ian Antono, Gugun, Baim,[…]
Tidur di pesawat selama perjalanan adalah hal biasa bagi kami. Meskipun jam terbang Endah N Rhesa tidak sepadat band-band pada umumnya, namun bukan berarti kami tidak butuh istirahat. Jika kami harus terbang pagi hari, misalnya, jam 08.30 WIB, kami harus stand by di kantor kami di Pamulang pada pukul 04.00 WIB, dan berangkat ke bandara pukul 05.00 WIB untuk menghindari kemacetan di jalanan Jakarta. Untuk momen foto ini, Bung Victor a.k.a Pitoy (teknisi gitar saya) belum tidur selama 2 hari karena sebelum kami berangkat ke Surabaya dari Bandar Udara Soekarno Hatta, kami baru selesai tampil di Bandung sekitar pukul 23:00 WIB, di mana pada hari sebelumnya Pitoy harus bekerja seharian untuk soundcheck dan mempacking alat-alat. Tidur selama 1-2 jam sepanjang[…]
Tanggal 5 Desember 2015 Sudah 6 tahun kami menikah, belum dianugerahi anak tetapi sudah melahirkan 4 album studio, 1 EP (Real Life), 2 album terbatas untuk amal (Musikalisasi Puisi Angin Pun Berbisik dan Cita-citaku Setinggi Tanah OST) hasil dari 11 tahun bermain musik bersama. Bosan? Tidak… Kami tidak pernah bosan bersama. Mungkin banyak orang beranggapan kami adalah pasangan ideal, damai, penuh cinta. Padahal tidak juga. Kami hidup biasa saja, layaknya pasutri lain, layaknya anak band lain. Kadang ada pertengkaran, bersitegang, berbeda pendapat, bahkan sampai bertangisan. Dalam berumah tangga dan main musik pasti ada konflik. Konfliknya pun sama seperti yang lain. Masalah keuangan, waktu, prioritas, mood, dan sebagainya. Jadi apa istimewanya hubungan kami berdua? Tidak ada. Kami adalah pasangan biasa yang[…]