Suatu hari di mobil perjalanan pulang dari bandara menuju rumah… setelah bertukar pikiran (cenderung berargumen) mengenai esensi pernikahan.. menyambung topik pembicaraan kriteria suami dan istri.. akhirnya tibalah pada sebuah pembahasan yang cukup mendalam. Berikut obrolan saya dengan Rhesa yang, menurut saya, menyentuh hati… E : “Apa sebenernya kriteria terpenting dalam memilih pasangan pas mau nikah?” R: “Ya tiap orang beda-beda..” E : “Iya, tapi kira-kira apa? Kan ada yang maunya mukanya begini, fisiknya begitu, mesti S1, mesti PNS, dan sebagainyaa..?” R : “Kalau buat aku, selain seiman ya, yang penting itu ketika kita memilih keputusan untuk menikah…kita harus bisa mikir bareng-bareng. Gimana cara kita bisa survive, gimana cara kita bisa menjalankan keluarga ini.. ga hanya suaminya aja yang mikir, atau[…]

Ya.. sebenarnya tulisan ini untuk diri saya sendiri. Saya adalah orang yang pemarah. Artinya mudah marah… galak… temperamental… apa pun lah itu yang berurusan dengan ledakan emosi yang akhirnya menimbulkan efek seperti nada suara dan intonasi yang tinggi, raut wajah cemberut dan meyeramkan, debar jantung tak beraturan, serta sikap yang menyebalkan. Kenapa? Kenapa sulit bagi saya untuk tidak menjadi orang yang pemarah? Apa sih susahnya untuk menurunkan nada suara, menarik nafas panjang, memejamkan mata dan menghitung angka 1 sampai 1 juta untuk menenangkan diri sejenak dan tidak melibatkan orang-orang di sekitar saya menjadi sasaran empuk kemarahan saya? Mungkin nggak usah yang di sekitar… yang nun jauh di sana juga bisa kena.. by phone… by email dengan TULISAN MACAM BEGINI DIMANA[…]

Akhirnya baru sekarang saya sudah bisa santai di depan komputer dan menuliskan sekelumit tentang Warm-Up Concert kemarin… Sepertinya saya haru menjelaskan kelanjutan dari tulisan kemarin.. Apa yang terjadi di Gedung Soehanna Hall, The Energy Building, adalah sebuah keajaiban. Keajaiban yang lahir dari teman-teman musisi dan semua yang hadir. Saya dan Rhesa berusaha sekuat tenaga mempersiapkan segalanya dengan baik.. stamina dan pikiran.. agar acara berjalan lancar. Dan antusiasme tim dan teman-teman yang hadir sangat luar biasa. Sebuah Warm-Up Concert yang hanya dipersiapkan dalam hitungan hari, namun hasilnya sungguh maksimal.. Tanggal 17 Januari, Saya dan Rhesa stand-by di Soehanna Hall sekitar jam 1 siang. Memastikan semuanya berjalan dengan baik. DSS Sound dengan baik hati mendukung kami dengan menyiapkan sistem monitor di atas[…]

Minggu lalu kawan lama saya yang kini bekerja di Reader’s Digest Indonesia, Bayu Maitra, menanyakan kesediaan saya untuk menjadi sukarelawan #MenebarInspirasi di Rumah Belajar Plumpang, Ancol. “Jadi gue pengen lo dan Rhesa ngajar, Ndah. Terserah materinya apa, tapi kalau bisa yang sesuai dengan profesi lo.”, bujuk rayu Bayu. Hehehe.. Awalnya, saya merasa tidak begitu percaya diri… Ah.. saya ngajar apa? Memang sih, setiap kelas hanya mengajar sekitar 30-45 menit. Tapi.. untuk seorang saya yang jarang terjun mengajar tentu saja bukan hal mudah untuk memikirkan materinya (padahal dulu kuliah jurusan Music Education di UPH.. Hahaha!). Lalu hari yang mendebarkan itu tiba…