Ga banyak yang tahu cerita saya dengan gitar ini. Fender stratplus edisi 50th anniversary. Ia menemaniku sejak aku berusia 16 tahun, dari cafe ke cafe main sama band top40, sama bandku main musik rock, dipake belajar main jazz dan blues..pokoknya gitar tempur segala rupa. Kemudian alm. Mamaku tetiba daftarin aku dalam sebuah kompetisi gitar nasional “Fender Music Festival” tahun ‘99 (kemudian beralih nama menjadi “Indonesia Music Festival” dihelat oleh alm. Pak Yeppy Romero dari PT. Citra Inti Rama. Syarat ikutnya : mesti pake gitar Fender. Saya menjadi satu-satunya peserta perempuan. Lagu “Stairway to Heaven” milik Led Zeppelin dan “Layla”-nya Eric Clapton mengantarkan aku ke final bersama gitaris-gitaris pejantan tangguh lain yang berteman hingga kini.. my friend Zendhy Kusuma dan Andre[…]

Tengah malam (Selasa, 15/05) saya tersentak kaget begitu mengetahui Pak Adhi Djimar telah berpulang dipanggil Allah SWT melalui pesan singkat dari Adoy, suami Bonita. Pak Adhi Djimar adalah salah satu pendiri label indie demajors. Beliau adalah orang yang saya kenal saat Endah N Rhesa meniti karir awal bergabung dengan demajors.  Saya dan Rhesa hadir di rumah almarhum sekitar pukul 10.30 WIB (Rabu, 16/05). Di situ lah tangis saya pecah ketika berjumpa beberapa teman di sana.. Pak David Karto, Mas Heru, Mas Eq, Kunun, Dila, David Tarigan, Kiki Aulia Ucup (saya baru tahu informasi Pak Adhi sakit saat melihat status instastory Ucup sedang merayakan ulang tahun Pak Adhi Djimar tanggal 13 Mei lalu). Mendengar cerita Mas David Karto bahwa almarhum terdeteksi[…]

Pagi yang cerah di Bandara Soekarno-Hatta terminal 3. Saya dan Rhesa mencari tempat berburu kafein, baik untuk pagi hari itu maupun sebagai perbekalan selama di luar kota. Kaki saya melangkah menuju Gate 14. Masih satu jam lagi. Cukup waktu untuk ngopi. Kemudian mata saya tertuju kepada coffee shop yang terletak tidak jauh dari Gate tujuan saya.  “Di sini jual kopi bentuk powder?”, tanya saya kepada barista Anomali Coffee bandara Soetta. “Oh, di sini jual biji kopi namun bisa digiling jika memang diinginkan.”, ujarnya. Ah! Sempurna! Saya memang membutuhkan bekal kopi selama 2 hari ke depan. 

Sesungguhnya, kehadiran Iga Massardi di Pamulang adalah sebuah perjuangan yang patut diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Yeah.. jarak Bekasi-Pamulang dengan hiasan kemacetan tentu membutuhkan tekad bulat dan alasan tepat untuk tetap mencapai tujuan. Hahaha! Ini bukan kunjungan Iga yang pertama ke Earhouse Pamulang. Beberapa tahun lalu, ia pernah hadir di Earhouse (alamat lama) bahkan sampai melakukan lelang efek dan hasilnya disumbangkan untuk panti asuhan di Pamulang. Kali ini, ia hadir memberi tips menulis lagu, memproduksi, dan membagi pengalamannya di dunia rekaman. Ah! Iga memang musisi yang murah hati. Cocok lah jadi tokoh masyarakat Bekasi. :p Kehadirannya di hari Kamis (10/05) sore itu memberikan motivasi dan pencerahan untuk teman-teman yang ikut di workshop ini. Terlihat dari pancaran mata teman-teman serta pertanyaan yang[…]