Hari Minggu sore, saya menghabiskan waktu di rumah untuk santai. Rhesa sedang istirahat di kamar karena demam akibat radang tenggorokan. Komplek rumah sedang lumayan sepi. Langit Pamulang mendung namun hujan masih ragu-ragu untuk datang. Saya haid hari pertama. Pas lah suasananya untuk menggali sisi melankolis saya yang jarang-jarang hadir belakangan ini. Kemudian Guswib, yang menginap beberapa hari di rumah, mengajak saya untuk membuat beberapa video. Ada video-video sepanjang 15 detik, ada pula yang satu lagu utuh. Cukup lama juga saya tidak merekam permainan gitar dan vokal saya sendiri tanpa ditemani Rhesa. Rasanya canggung. Biasanya saya hanya nyanyi-nyanyi sendiri di rumah tanpa ada yang serius merekam. “Terserah Mba mau nyanyi apa saja bebas. Aku tinggal rekam saja.”, kata Guswib. Saya berpikir[…]

Tanggal 5 Desember 2015 Sudah 6 tahun kami menikah, belum dianugerahi anak tetapi sudah melahirkan 4 album studio, 1 EP (Real Life), 2 album terbatas untuk amal (Musikalisasi Puisi Angin Pun Berbisik dan Cita-citaku Setinggi Tanah OST) hasil dari 11 tahun bermain musik bersama. Bosan? Tidak… Kami tidak pernah bosan bersama. Mungkin banyak orang beranggapan kami adalah pasangan ideal, damai, penuh cinta. Padahal tidak juga. Kami hidup biasa saja, layaknya pasutri lain, layaknya anak band lain. Kadang ada pertengkaran, bersitegang, berbeda pendapat, bahkan sampai bertangisan. Dalam berumah tangga dan main musik pasti ada konflik. Konfliknya pun sama seperti yang lain. Masalah keuangan, waktu, prioritas, mood, dan sebagainya. Jadi apa istimewanya hubungan kami berdua? Tidak ada. Kami adalah pasangan biasa yang[…]

Dulu setiap ditanya orang atau media.. “Apa suka-duka jadi musisi?”, saya selalu jawab “Wah.. apa ya? Suka–nya banyak.. dukanya sepertinya ga ada deh..”, ternyata saya salah…Ada satu duka yang baru saya sadari setelah sekian lama terjun menjadi musisi… (kesannya lama banget gitu padahal album aja baru dua :p ).