Hari ini, 7 tahun yang lalu, CD rekaman (serius) perdana kami Nowhere to Go rilis di toko-toko Jawa-Bali. Saya sangat antusias. Setelah 5 tahun membangun Endah N Rhesa, bermain di berbagai acara dari wedding, gathering, reguler gigs di cafe dan resto, akhirnya kami menelurkan juga album dengan lagu-lagu ciptaan kami sendiri. Perjalanan 5 tahun yang penuh air-mata-tetes-darah-penghabisan bisa dibaca di artikel “There’s No Turning Back” yang saya tulis untuk bacaanmalam.com Kenapa rilisnya (awalnya) hanya di pulau Jawa dan Bali? Karena saat itu kami hanya mampu memberi modal produksi untuk cetak 1000 keping, yang mana angka tersebut merupakan angka minimal cetak yang hitungannya cukup murah untuk duplikasi CD. Kami menggunakan hampir sebagian besar uang kami untuk ‘melahirkan’ album ini. Tanpa ada[…]

Hari Minggu sore, saya menghabiskan waktu di rumah untuk santai. Rhesa sedang istirahat di kamar karena demam akibat radang tenggorokan. Komplek rumah sedang lumayan sepi. Langit Pamulang mendung namun hujan masih ragu-ragu untuk datang. Saya haid hari pertama. Pas lah suasananya untuk menggali sisi melankolis saya yang jarang-jarang hadir belakangan ini. Kemudian Guswib, yang menginap beberapa hari di rumah, mengajak saya untuk membuat beberapa video. Ada video-video sepanjang 15 detik, ada pula yang satu lagu utuh. Cukup lama juga saya tidak merekam permainan gitar dan vokal saya sendiri tanpa ditemani Rhesa. Rasanya canggung. Biasanya saya hanya nyanyi-nyanyi sendiri di rumah tanpa ada yang serius merekam. “Terserah Mba mau nyanyi apa saja bebas. Aku tinggal rekam saja.”, kata Guswib. Saya berpikir[…]

Hari Senin, tanggal 14 Desember 2015 lalu adalah salah satu hari yang membahagiakan buat saya karena Endah N Rhesa serta Adhitia Sofyan melakukan klinik Cole Clark guitars di Jojo Music Shop, Surabaya. Saya sangat senang karena bisa mencoba banyak sekali tipe gitar Cole Clark dengan kayu yang bermacam-macam dan bisa mencoba (untuk pertama kalinya!) gitar Cole Clark Little Lady! Sebuah gitar Cole Clark yang dibuat dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran biasanya. Tim Endah N Rhesa sudah tiba sejak hari sebelumnya, sedangkan Adhitia Sofyan menyusul di hari-H. Kami dijemput dan makan siang oleh sahabat-sahabat kami dari Ausindo Musik (Cole Clark Indonesia Authorized Distributor) yaitu Agustinus Alva dan Hendry Hendoro. Kemudian kami berkenalan dengan Bp. Jojo, pemilik Jojo Music Shop. Beliau sangat[…]

Ketika saya diajak tampil di acara Super Guitarist 2015, tanggal 12 Desember 2015 lalu di Bandung, saya langsung teringat dengan cita-cita yang saya tulis di sampul buku saat saya SMP: “I want to be the best guitarist in the world!”. Sebuah statement yang kekanak-kanakan dari bocah usia belasan. Dua puluh tahun kemudian, saya berdiri di panggung yang sama dengan gitaris-gitaris Indonesia kelas dunia ini. Jujur saja! Sebenarnya saya merasa kurang pede saat diajak berpartisipasi di acara Super Guitarist 2015 tanggal 12 Desember 2015 lalu di Bandung. Ini karena Mas Baron yang menghubungi saya dan meminta saya dan Rhesa ikut untuk acara ini. Apalah artinya saya, sebagai gitaris, dibandingkan nama-nama seperti Dewa Budjana, Eet Sjahranie, Iman J-rocks, Ian Antono, Gugun, Baim,[…]