Waktu kecil, mungkin usia 5 tahun, saya bersama mama sholat Ied di sebuah lapangan besar. Saat itu saya cemas… “Mama.. mama. Aku khawatir.”, kataku. “Kenapa, sayang?”, jawab mama. “Nanti kalau pas kita sholat siapa yang jagain sepedanya?”, tanyaku. “Ada yang jaga di sana, sayang. Pak X (lupa namanya).”, jawab mama. “Emangnya Pak X ga sholat, Ma?”, tanyaku. “Engga, sayang. Pak X orang Kristen. Dia jaga kita, umat muslim, supaya khusyuk beribadah. Nanti saat natal kita juga gantian jaga mereka saat ibadah.”, jawab mama. “Ooo…”, saya tertegun, mencerna. Kemudian takbir panggilan berdiri. Sholat Ied pun dimulai. — My first lesson about tolerance came from my mother. — Selamat merayakan natal, teman-temanku. ‘Kan kujaga dan kuhormati hak-hak kalian beribadah. Karena esensi beragama[…]
Author: Endah Widiastuti
This moment I won’t forget.. saat ngobrol dengan kakak-kakak saya, Dialog Dini Hari, masing-masing dari mereka memberi pandangan berharga soal musik dan karya. Brozio : “Membangun band itu butuh proses. Jangan pernah berhenti menjalani prosesnya. Karena kita ga pernah tahu ternyata setelah dalam titik terendah, perjalanan membawa kita ke level yg berbeda (naik -red).”. Deny : “Perlu disiplin. Kayak orang kantoran jam 9 pagi sampai 5 sore di kantor kerja. Kalau bisa kita musisi juga punya waktu segitu, setiap hari, untuk musik. Terserah apa aja, tapi di musik. Bisa nonton youtube, latian, berlajar sound, banyak lah.”. Mas Dadang : “Bayangkan..suatu hari kamu bangun tidur di usia 50 tahun. Dan kamu menyadari, kamu belum bikin (karya) apa-apa..”. Pengalaman Endah N Rhesa[…]
Pagi itu, Jumat 15 Juli 2016, saya bangun lebih pagi dari biasanya. Yah, jam 7 pagi lah, hehehe. Terdengar ciutan burung-burung yang bertengger di pagar tembok kuburan seberang rumah. Sungguh sepi sekali pagi ini. Jauh lebih sepi dari biasanya. Mungkin karena seminggu setelah lebaran. Hari ini kadar sensitifitas saya cukup tinggi. Penginderaan, perasaan, dan badan, semua sungguh sensitif. Ya, ini hari pertama saya menstruasi. Dan ini hari yang tepat untuk saya membaca naskah film Athirah yang dikirimkan Mba Mira Lesmana dan Mas Riri Riza sekitar 2 minggu lalu. Dari sejak dikirimkannya naskah via email, Rhesa selalu mengejar-ngejar saya untuk memulai menggarap OST Athirah. Saya selalu menjawab, “Tenang, deadlinenya masih tanggal 25 Agustus. Mendingan kita bereskan dulu yang lain.”, dalih saya.[…]
Siang tadi saya menonton Kung Fu Panda 3 bersama Rhesa. Master Shifu ingin murid kung fu-nya, Po (si Panda) mengajar kung fu ke teman-temannya. Po awalnya menolak karena merasa tidak pada kapasitasnya untuk mengajar kung fu. “There is always something more to learn, even for a master.”, ujar Master Shifu. Akhirnya Po (dengan berat hati) mengajarkan kung fu ke teman-temannya yang sebenarnya sudah master di bidangnya. Apa yang Po takutkan terjadi. Bukannya berhasil, malah gagal total dan Po menjadi bahan olokan di mana-mana. Kemudian Po protes pada Master Shifu kalau ia ingin berhenti mengajar. Master Shifu : Kenapa berhenti mengajar? Atau karena merasa dipermalukan? Po : Karena aku merasa nyaman dengan yang aku punya sekarang. Shifu: If you only do what[…]