Sebelum pukul 12 siang hari Minggu (02/04), Endah N Rhesa beserta Earteam tiba di Jogja untuk mengisi acara Whiswakharman Expo 2017 di Taman Budaya Yogyakarta. Begitu sampai di venue, saya tertarik dengan pameran arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bertema ‘Ternyata Jogja’. Saya masuk ke dalam gedung pameran dan menyimak penjelasan demi penjelasan dari mahasiswa yang mewakili kelompoknya. Mereka antusias mempresentasikan maket dan gambar rancangan bangunan, ide-ide mengembangkan lahan terutama untuk perkampungan, ruang publik, area bersejarah. Saya jadi tertegun dan memiliki pemahaman betapa arsitektur, pembangunan dan tata tempat membutuhkan ketulusan hati untuk benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai sosial, aspek budaya, cuaca dan iklim, fungsi serta estetika. Bukan hanya semata-mata membangun untuk kepentingan komersial dan membilas dahaga orang-orang yang memiliki kepentingan[…]

Minggu, 8 Januari 2017, Endah N Rhesa tampil di Griya Santrian Sanur, Bali, di acara Mostly Jazz yang diselenggarakan oleh Mas Indra Lesmana. Mostly Jazz sebenarnya acara yang dihelat Mas Indra sejak beliau masih bermukim di Jakarta. Sejak sekitar 2 tahun saat beliau memutuskan tinggal di Bali, maka Mostly Jazz pun diusung ke Griya Santrian, sebuah resort yang terletak di pinggir pantai Sanur.

Pagi itu, Jumat 15 Juli 2016, saya bangun lebih pagi dari biasanya. Yah, jam 7 pagi lah, hehehe. Terdengar ciutan burung-burung yang bertengger di pagar tembok kuburan seberang rumah. Sungguh sepi sekali pagi ini. Jauh lebih sepi dari biasanya. Mungkin karena seminggu setelah lebaran. Hari ini kadar sensitifitas saya cukup tinggi. Penginderaan, perasaan, dan badan, semua sungguh sensitif. Ya, ini hari pertama saya menstruasi. Dan ini hari yang tepat untuk saya membaca naskah film Athirah yang dikirimkan Mba Mira Lesmana dan Mas Riri Riza sekitar 2 minggu lalu. Dari sejak dikirimkannya naskah via email, Rhesa selalu mengejar-ngejar saya untuk memulai menggarap OST Athirah. Saya selalu menjawab, “Tenang, deadlinenya masih tanggal 25 Agustus. Mendingan kita bereskan dulu yang lain.”, dalih saya.[…]

Hari Minggu malam (14/02) kami tampil di Mal Ciputra Cibubur untuk acara tahun baru Cina yang bertepatan juga dengan tanggal saat sebagian besar orang-orang merayakan hari kasih sayang. Ya, kalau buat saya sih setiap hari adalah hari kasih sayang. Uhuk! [Batuk-batuk! Minta gitar! Uhuk!]. Ada yang berbeda antara show ini dengan sebelumnya. Show kali ini cukup melepas rasa kangen saya dan Rhesa dengan dua musisi pasutri yang selalu menjadi motivasi kami untuk belajar. Otti Jamalus dan Yance Manusama. Ya, beliau-beliau datang menonton show Endah N Rhesa karena kebetulan rumah mereka tidak jauh dari tempat kami tampil. Setahun sebelum album Nowhere to Go (2009) rilis, saya sempat belajar vokal dengan Tante Otti dan Rhesa belajar bass dengan Om Yance di OJ Music House.[…]